Hipertensi Pulmonal dan Sekunder, Apa Bedanya?

Senin, 17 Juni 2019 Share to
Hipertensi Pulmonal dan Sekunder, Apa Bedanya?

Hipertensi selama ini identik dengan tekanan darah tinggi yang menyerang pembuluh darah. Namun, tahukah Anda kalau gangguan tersebut bisa masuk ke paru-paru? Dikenal juga sebagai hipertensi paru atau hipertensi pulmomal, penyakit tersebut disebabkan tingginya tekanan dalam pembuluh darah yang mengalir dari jantung ke paru-paru. 

Bagaimana hipertensi pulmonal terjadi?

Jantung bertugas memompa darah dari ventrikel kanan menuju paru-paru untuk memperoleh oksigen. Karena perjalanan yang ditempuh cukup dekat, tekanan pada sisi jantung serta arteri yang menyalurkan darah dari ventrikel kanan ke paru-paru menjadi lebih rendah dibandingkan tekanan sistolik maupun diastolik. Arteri paru-paru pun mengalami penyempitan akibat tingginya tekanan pada arteri, sehingga aliran darah terhambat.

Faktor penyebab hipertensi pulmonal cukup bervariasi, antara lain:

  • Kerusakan paru-paru akibat penyakit autoimun;
  • Cacat jantung sejak lahir;
  • Terjadi pembekuan darah di paru-paru;
  • Gangguan pada katup jantung hingga gagal jantung;
  • Infeksi gara-gara HIV;
  • Rendahnya kadar oksigen yang berkepanjangan atau kronis;
  • Penyakit paru-paru seperti fibrosis dan PPOK;
  • Sleep apnea bersifat obstruktif;
  • Konsumsi obat tertentu.

Perbedaan hipertensi pulmonal idiopatik dengan sekunder

Hipertensi pulmonal dibagi jadi dua jenis, yakni hipertensi pulmonal idiopatik (biasanya disebut hipertensi pulmonal saja) dan hipertensi sekunder. Orang-orang yang menderita hipertensi pulmonal idiopatik umumnya mempunyai gen yang memicu penyempitan pembuluh darah yang menghambat aliran darah. 

Sementara pada penderita hipertensi pulmonal sekunder, gangguan disebabkan penyempitan pada kapiler dan arteri paru-paru. Hal tersebut yang membuat jantung bekerja lebih keras agar bisa memompa darah melalui paru-paru.

Kemudian, hipertensi pulmonal sekunder lebih rentan dialami orang tua, sedangkan hipertensi pulmonal idiopatik kerap menyerang muda-mudi. Dari jenis kelamin, perempuan lebih rentan mengidap hipertensi pulmonal idiopatik dibandingkan laki-laki.

Mengenal tanda dan gejala awal hipertensi pulmonal

Tanda dan gejala awal hipertensi pulmonal terbilang familier, sehingga Anda harus waspada dan jangan menyepelekannya. Beberapa di antaranya adalah:

  • Sesak napas disertai pusing;
  • Jantung berdenyut lebih cepat (palpitasi);
  • Pembengkakan pada kaki beserta pergelangan;
  • Munculnya warna kebiruan pada kulit dan bibir (sianosis);
  • Sensasi nyeri pada dada, terutama di bagian depan;
  • Badan lemas dan mudah lelah;
  • Adanya peningkatan pada ukuran perut.

Apa Anda merasakan beberapa tanda dan gejala di atas? Daripada melakukan diagnosis sendiri, alangkah baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter. Dengan begitu Anda akan menerima pemeriksaan medis memadai beserta pengobatan yang tepat.

Share to