Jeroan dan Kolesterol serta Bagaimana Mensiasati Kalau Ingin Menikmatinya

Kamis, 31 Oktober 2019 Share to
Jeroan dan Kolesterol serta Bagaimana Mensiasati Kalau Ingin Menikmatinya

Jeroan termasuk bagian tubuh dari hewan ternak selain daging yang gandrung yang dikonsumsi masyarakat Indonesia. Organ-organ yang biasanya diolah mencakup usus, hati, limpa, hingga babat.

Namun dibalik rasanya yang nikmat, jeroan ternyata tinggi kolesterol. Bayangkan saja, dalam 100 gram hati sapi, misalnya, terdapat sekitar 355 mg kolesterol. Sementara rata-rata asupan kolesterol yang dibutuhkan orang dewasa tak lebih dari 300 mg.

Kendati begitu, Anda masih bisa menikmati jeroan tanpa harus memusingkan kadar kolesterol. Caranya? Intip tip berikut ini!

Konsumsi jeroan tanpa mengganggu kesehatan

Ahmad Sulaeman, ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), menyebutkan salah satu cara untuk menyiasati tingginya kolesterol dari jeroan adalah mengimbanginya dengan sayur dan buah. Sebagai contoh, kalau Anda mengonsumsi babat, pastikan ada lalapan dan sayuran yang menemani.

Serat yang masuk ke dalam tubuh pun dinilai mampu menghambat penyerapan kolesterol. Dengan begitu, kadar kolesterol dalam tubuh Anda tak akan melonjak drastis. Risiko terkena stroke atau serangan jantung juga bisa dicegah sedini mungkin berkat pola makan tersebut.

Kemudian, Ahmad melanjutkan cara lain yang akan menekan efek samping dari jeroan adalah dengan melakukan aktivitas fisik. Gerakan tubuh akan meningkatkan pembakaran kolesterol, sehingga jumlahnya dapat berkurang drastis. Anda bisa mempraktikannya dengan olahraga ringan seperti jalan kaki selama 30 menit per hari.

Pada dasarnya, konsumsi sumber kolesterol tetap dibutuhkan selama jumlahnya tak melampaui batas normal. Dengan kata lain Anda berhak menyantap jeroan favorit dan mengombinasikannya dengan jenis makanan lain yang menyehatkan.

Cara mengolah jeroan agar nikmat dan tak berbau

Mengolah jeroan turut mempengaruhi kandungan kolesterol di dalamnya. Nah, di bawah ini ada cara-cara yang bisa Anda praktikan agar jeroan terasa nikmat dan tak mengeluarkan bau amis.

  • Cuci jeroan sampai bersih. Membersihkan jeroan adalah tahap yang wajib Anda lakukan. Buang semua kotoran yang menempel dan cuci berulang kali bila dibutuhkan. Pastikan Anda melakukan langkah ini di bawah air mengalir supaya tak ada kotoran yang kembali ke permukaan jeroan;
  • Rendam di dalam air kapur sirih. Kemudian untuk menghilangkan bau amisnya, rendam jeroan dalam air kapur sirih. Diamkan selama 30 menit setelah Anda mencuci bersih jeroan;
  • Rebus dengan air mendidih. Teknik ini akan membuat tekstur jeroan lebih lembut dan mudah dikunyah. Selain itu, bau amis yang masih menempel pada jeroan juga akan menguap;
  • Tambahkan dengan bumbu dan rempah. Apabila jeroan sudah empuk, tambahkan bumbu dan rempah yang Anda inginkan. Jika Anda mengolahnya jadi soto dan gulai, ganti dulu air yang dipakai untuk merebusnya, ya.

Selamat menikmati jeroan tanpa memusingkan kadar kolesterol tubuh Anda, ya!

Share to