Mengurangi Minum Boba Pada Kaum Milenial Bisa Tekan Risiko Diabetes

Rabu, 8 Januari 2020 Share to
Mengurangi Minum Boba Pada Kaum Milenial Bisa Tekan Risiko Diabetes

Mengikuti tren jaman sekarang sudah menjadi suatu keharusan untuk dilakukan oleh beberapa orang, khususnya para kaum milenial. Mulai dari tren dari berpakaian, gaya olahraga sampai berbagai jenis makanan dan minuman kekinian. Namun, tidak semua makanan yang disebut ‘kekinian’ tersebut bermanfaat dan baik untuk kesehatan tubuh. Bahkan, di antara makanan kekinian tersebut, ada yang bisa memicu penyakit diabetes pada generasi milenial.

Bahaya Diabetes

Diabetes merupakan penyakit kronis yang bisa mengakibatkan terjadinya komplikasi masalah kesehatan serius dan akhirnya berisiko mengikis harapan hidup seseorang. Tidak cuma mereka yang sudah dewasa, diabetes juga bisa dialami oleh anak muda kaum milenial sampai bayi yang baru saja dilahirkan. 

Secara garis besar ada dua jenis diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Pada diabetes tipe 1, sistem pertahanan tubuh diserang dan menghancurkan sel beta di pankreas, sehingga produksi insulin pun berkurang. Umumnya, diabetes tipe 1 terjadi pada usia anak-anak. Perbedaannya dengan diabetes tipe 2, sel beta pankreas tidak cukup memproduksi insulin. Dengan kata lain, sel tubuh tidak bisa merespons terhadap insulin yang diproduksi.

Diabetes sendiri tidak bisa disembuhkan. Tetapi, komplikasi kesehatan yang disebabkan oleh diabetes masih bisa bisa dicegah, dan penyakitnya sendiri pun sejatinya masih bisa dicegah.

Cara Mudah Mencegah Diabetes

Cara terbaik untuk mencegah diabetes adalah dengan mengatur pola hidup, termasuk menjaga asupan makan yang kita konsumsi setiap harinya. dr. Sara Elise Wijono dari KlikDokter, menjelaskan ada beberapa daftar makanan kekinian yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan karena bisa picu diabetes, dan salah satunya adalah minuman boba.

Sudah beberapa bulan terakhir ini, tren minuman boba jadi tren di kalangan masyarakat. Tidak cuma anak muda, anak kecil sampai orang tua pun penasaran dan ingin ikut merasakan sensasi ‘hits’ dari minuman yang satu ini.  Tapi sayangnya, kandungan gula yang ada dalam minuman boba bisa memicu diabetes pada seseorang.

Tidak cuma dari kandungan susu dan gula yang terdapat dalam cairan minuman, tapi boba-nya sendiri sudah mengandung banyak gula dan tepung yang bisa meningkatkan risiko penikmatnya terkena diabetes. dr. Sara menyarankan,  jika ingin minuman boba, ada baiknya menghindari mengonsumsi terlalu sering. Batasi asupan boba sebanyak sekali dalam dua minggu, bahkan lebih baik lagi jika kita cukup mengonsumsi boba sekali dalam sebulan.

Share to