Rentan Terluka, Bolehkah Penderita Diabetes Manikur?

Jumat, 6 September 2019 Share to
Rentan Terluka, Bolehkah Penderita Diabetes Manikur?

Manikur merupakan salah satu jenis perawatan yang dilakukan untuk merawat kuku dan menjaga kebersihannya. Sayangnya, manikur bisa menyebabkan luka jika tidak dilakukan dengan baik. Padahal, penderita diabetes perlu menjaga diri agar tidak terluka, mengingat penyakit mereka yang mengakibatkan luka jadi susah sembuh. Kalau begitu, apakah artinya penderita diabetes tidak boleh manikur (dan pedikur)?

Untuk Anda penderita diabetes dan ingin tetap merawat kebersihan serta keindahan kuku Anda, simak beberapa hal penting ini sebelum Anda melakukan manikur, yuk! Soalnya, Anda jelas harus lebih berhati-hati ketika manikur nanti demi mencegah risiko timbulnya luka.

  1. Pastikan kebersihan tempat manikur dan pedikur

Pertama, pastikan dulu bahwa tempat Anda akan melakukan manikur dan pedikur bersih dan steril. Informasikan kepada staf kalau Anda menderita diabetes, kemudian tanya prosedur kebersihan atau sanitasi alat-alat yang digunakan. Sebab, mulai dari pemotong kuku, tempat untuk merendam kaki, dan semua alat yang nantinya akan melakukan kontak langsung dengan bagian tubuh Anda perlu dipastikan sudah dibersihkan dengan larutan pembersih setelah dan sebelum digunakan.

  1. Jangan lupa beritahu soal kondisi Anda

Hal ini mungkin terdengar sepele, tapi sebenarnya sangat penting. Anda perlu informasikan kepada pihak salon soal kondisi penyakit Anda, dan minta agar mereka menangani kuku Anda dengan lebih lembut dan berhati-hati. Pasalnya, tak jarang para penderita diabetes mengalami kerusakan saraf pada kaki, yang mengakibatkan mereka jadi tidak bisa merasakan perih ketika terjadi luka, sehingga akan menyebabkan pedikur jadi sangat berisiko dan berbahaya.

  1. Abaikan prosedur yang berpotensi merusak kulit

Untuk memastikan bahwa prosedur manikur dan pedikur Anda tidak berbahaya meskipun Anda menderita diabetes, lewati saja prosedur yang bisa menimbulkan risiko loka. Misalnya memotong kulit di sekitar kuku alias kutikula, atau membersihkan bagian bawah kuku dengan alat yang tajam. Soal kotoran di bawah kuku, Anda tak perlu khawatir karena kotoran tersebut bisa dibersihkan dengan lebih mudah tanpa harus menggunakan alat tajam setelah kaki direndam, kok!

  1. Sebelum pedikur, jangan cukur rambut kaki

Kalau Anda ingin menjalani paket lengkap manikur dan pedikur, hindari mencukur rambut kaki sebelum pedikur. Sebab, hal ini bisa mengakibatkan munculnya goresan, dan bahkan luka. Padahal, goresan tersebut sering kali berukuran sangat kecil sampai tak terlihat. Padahal, luka sekecil apapun sangat berbahaya bagi penderita diabetes lantaran sama-sama bisa berkembang jadi infeksi parah.

  1. Cek suhu air untuk merendam kaki

Sebelum Anda merendam kaki, cek dulu bahwa suhu air yang digunakan tidak terlalu panas. Karena pasien diabetes yang mengalami kerusakan saraf pada kaki jadi tidak bisa merasakan panas maupun sakit, hal ini bisa berkembang jadi kondisi yang lebih parah jika disepelekan. Pasalnya, suhu air yang terlalu panas pun sama berbahayanya untuk kaki Anda. Kalau Anda tidak yakin dengan kebersihan dan keamanan proses perendaman, minta staf untuk menggunakan handuk yang telah dibasahi air hangat saja.

Share to