Gatal Tapi Nggak Tau Mana yang Harus Digaruk, Tandanya Diabetes, Benar atau Nggak?

Jumat, 6 Desember 2019 Share to
Gatal Tapi Nggak Tau Mana yang Harus Digaruk, Tandanya Diabetes, Benar atau Nggak?

Pernah merasa ingin sekali menggaruk kulit, tapi tidak ada masalah kulit umum yang dikaitkan dengan gatal seperti bentol atau biduran? Kalau iya, bisa jadi Anda mengalami kondisi yang disebut dengan gatal psikogenik. Jenis gatal yang satu ini berbeda dengan jenis gatal lainnya seperti biduran, biang keringat, gigitan serangga, maupun gatal reaksi alergi. Pasalnya, gatal psikogenik umumnya tidak ditandai lewat masalah kulit apapun.

Tentang Gatal Psikogenik

Gatal psikogenik merupakan kondisi di mana seseorang merasakan desakan untuk menggaruk kulit, padahal tidak ada masalah penyebab gatal yang dialami. Biasanya, rasa gatal tersebut muncul pada bagian tertentu yang mudah untuk dijangkau seperti bahu, wajah, lengan, perut, dan lengan belakang. Dan begitu digaruk, rasa gatal yang muncul justru malah menjadi-jadi.

Di samping itu, gatal psikogenik juga biasanya muncul apabila seseorang sedang merasakan stres, kecemasan, maupun mengalami kesulitan dalam menghadapi sesuatu. Meski demikian, ada juga beberapa kasus di mana orang-orang mengalami gatal psikogenis ketika mereka justru sedang merasa bahagia.

Gatal Psikogenik Tidak Berkaitan dengan Fisik

Munculnya keinginan atau desakan untuk menggaruk kulit yang dialami tersebut utamanya tidak disebabkan oleh kondisi fisik, namun oleh sugesti atau alam bawah sadar manusia. Karenanya, gatal psikogenik lebih pas jika dikategorikan sebagai masalah psikis, dan bulannya penyakit kulit.

Umumnya, seseorang yang mengalami kondisi gatal psikogenik ini tidak mampu membedakan apakah sensasi gatal yang muncul memang benar-benar merupakan gatal secara fisik yang punya penyebab tertentu, atau sebenarnya hanya perasaannya saja. Dampaknya, ia akan terus-menerus menggaruk kulitnya, yang malah bisa mengakibatkan masalah kulit seperti luka karena kulit yang terus-terusan digaruk, bekas kemerahan, hingga eksim.

Penyebab Gatal Psikogenik

Kondisi gatal psikogenik ini dikarenakan oleh adanya kelainan aktivitas otak ketika seseorang merasakan emosi yang menggebu-gebu. Rasa gatal sendiri secara alami diatur oleh salah satu bagian otak yang disebut dengan cingulate cortex. Bagian otak yang satu ini pun mengatur aktivitas kognitif dan emosional lainnya. Karenanya, jika seseorang tengah merasakan luapan perasaan, bagian otak tersebut akan terstimulasi secara berlebih. Bagi seseorang yang mengalami gatal psikogenik, hal inilah yang jadi penyebab timbulnya kondisi tersebut.

Karena gatal psikogenik yang diakibatkan oleh reaksi psikis dan bukannya fisik, kondisi ini juga bisa ditemukan pada individu yang memiliki masalah kesehatan mental. Contohnya gangguan disosiatif (dissociative identity disorder atau DID), gangguan kecemasan (anxiety), depresi, gangguan obsesif-kompulsif (obsessive-compulsive disorder atau OCD), psikosis, maupun gangguan somatisasi.

Artinya, solusi untuk mengatasi masalah gatal psikogenik akan berkaitan erat dengan penanganan psikis atau mental penderitanya. Misalnya lewat terapi psikologis alias psikoterapi yang akan membantu pasien mengubah pola pikirnya hingga ke alam bawah sadar, sehingga pasien tak lagi akan menggaruk kulit jika desakan tersebut timbul.

Share to