Kalau Level Kolesterol Sudah Tinggi Maka Nggak Bisa Ditangani, Mitos atau Fakta?

Selasa, 26 November 2019 Share to
Kalau Level Kolesterol Sudah Tinggi Maka Nggak Bisa Ditangani, Mitos atau Fakta?

Mendapatkan kabar mengidap kolesterol tinggi sering kali bikin orang-orang panik. Hal ini tak terlepas dari fakta bahwa kadar kolesterol jahat atau LDL berlebih dapat menyebabkan penyakit kronis seperti diabetes, stroke, sampai serangan jantung. 

Lantas, kalau kadar kolesterol sudah terlalu tinggi, apa masih ada kesempatan buat menyembuhkannya? Apa saja yang harus Anda lakukan agar kesehatan tetap terjaga?

Menyembuhkan kolesterol tinggi, adakah peluangnya?

Walau tergolong parah, kolesterol tinggi bukan berarti akhir segalanya buat Anda. Dokter akan memberi resep obat dan saran-saran lain yang bakal membantu Anda mengendalikan kolesterol. Namun, istilah menyembuhkan kolesterol sesungguhnya tak dikenal dalam dunia kedokteran.

Dr. Antonia Anna Lukito SpJP-FIKA dari Rumah Sakit Siloam Lippo Karawaci mengatakan kolesterol tinggi bukanlah diagnosis seperti diabetes atau kanker, sehingga tak bisa dikatakan sembuh saat Anda berhasil menurunkannya. Bagi mereka yang punya riwayat dengan gangguan ini, risiko kolesterol naik kembali pun akan tetap ada kalau tak mengikuti saran dokter.

Kolesterol yang tak dikendalikan dalam jangka waktu lama akan menyebabkan kerusakan pembuluh darah hingga gangguan jantung. Penumpukan lemak jahat bakal memicu proses pengerasan sampai penyumbatan pembuluh darah. Dalam kasus yang lebih parah, kolesterol tinggi akan memberi dampak seperti serangan jantung sampai kematian.

Pengaruh kolesterol terhadap kesehatan tubuh

Di sisi lain, kolesterol juga dibutuhkan untuk tubuh Anda, sebab terdapat pada semua sel-sel tubuh. Disitat dari laman Harvard Medical School, sekitar 20% kolesterol pun diperoleh dari produk hewani yang Anda konsumsi. Selain itu, tubuh juga memproduksi kolesterol untuk menjaga stabilitas.

Dalam jumlah normal, kolesterol dapat berfungsi sebagai proteksi sel, merangsang produksi vitamin D, membentuk sejumlah hormon, menghasilkan asam empedu, hingga menjaga fungsi otak. Oleh karena itu, tak sepenuhnya kolesterol berbahaya dan ‘menghilangkan’nya justru akan membahayakan tubuh.

Lalu, apa yang terjadi kalau kadar kolesterol dalam tubuh Anda justru di bawah angka normal? Kasus ini memang jarang terjadi ketimbang kolesterol tinggi, tetapi perlu diwaspadai karena sama-sama memberi dampak negatif terhadap kesehatan.

Rendahnya kadar kolesterol dipercaya memberikan pengaruh terhadap kesehatan mental seseorang. Disitat dari laman Healthline, sebuah studi menyebutkan bahwa perempuan yang mempunyai kolesterol rendah berpotensi memperlihatkan gejala depresi seperti gelisah dan kecemasan. Selain itu, kolesterol rendah yang dialami ibu hamil berisiko meningkatkan peluang kelahiran prematur hingga rendahnya berat badan bayi saat mereka dilahirkan.

Jadi sebisa mungkin Anda menjaga kadar kolesterol agar tidak turun atau naik drastis. Umumnya, kadar kolesterol total di bawah 200 mg/dL dengan LDL (kolesterol jahat) di bawah 100 mg/dL terbilang ideal. Situasinya berbahaya saat LDL menyentuh angka 160 mg/dL atau 240 mg/dL pada kolesterol total.

Share to