Kalau Makan Banyak Gula, Pasti Nantinya Akan Diabetes, Masa Sih?

Selasa, 10 September 2019 Share to
Kalau Makan Banyak Gula, Pasti Nantinya Akan Diabetes, Masa Sih?

Anda yang kerap membaca seputar diabetes melitus pasti sering menemukan hubungan antara penyakit tersebut dengan konsumsi gula. Pernyataan tersebut tak sepenuhnya salah, hanya saja ada mitos yang harus segera diluruskan untuk menghentikan kesalahpahaman. Apalagi ada banyak perdebatan seputar makanan manis dengan diabetes yang dipercayai masyarakat luas.

Makanan manis berlebih = diabetes?

Sebagian besar orang mengenal diabetes sebagai gangguan kesehatan yang datang akibat gaya hidup atau pola makan yang kurang teratur. Faktanya, diabetes dibagi lagijadi dua jenis, yakni diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 dengan faktor penyebab berbeda.

Orang-orang yang mempunyai diabetes tipe 1 biasanya sudah menderita penyakit tersebut sejak lahir. Sistem kekebalan tubuh mereka menghancurkan sel produsen insulin yang berada di pankreas. Selain itu, sebagian besar di antara mereka mengidap diabetes tipe 1 karena faktor keturunan dan tergantung pada suntikan insulin seumur hidup.

Sementara diabetes yang paling umum dibicarakan masyarakat adalah diabetes tipe 2. Faktor pemicu penyakit ini terbilang beragam, tetapi gaya hidup berantakan dan konsumsi makanan yang tidak teratur adalah salah dua penyebab yang acap kali ditemukan dokter. Kemudian, meski tak secara langsung ditimbulkan konsumsi makanan tinggi gula, diabetes kerap diakibatkan obesitas yang mana berkaitan dengan jenis makanan manis.

Fungsi insulin dan lemak tubuh

Obesitas atau kegemukan meningkatkan risiko seseorang mengalami diabetes. Hal ini disebabkan perubahan susunan kimia tubuh dari tingginya lemak tubuh, khususnya yang menumpuk di pinggang dan perut. Hormon yang lantas dihasilkan lemak mempengaruhi aktivitas hormon lain, termasuk di antaranya insulin yang berperan mengelola metabolisme glukosa dan gula dalam tubuh.

Baik gula dan glukosa merupakan sumber energi utama untuk tubuh yang kebanyakan didapatkan dari sumber karbohidrat seperti nasi, roti, kentang, gandum, dan tepung. Begitu makanan dicerna, glukosa pun akan dilepas dan diserap ke dalam darah. Dari sinilah glukosa dimanfaatkan sebagai sumber tenaga yang dibantu insulin yang dihasilkan di pankreas.

Ketika berat badan Anda naik, lemak tubuh pun bakal memproduksi hormon lebih banyak. Dalam hal ini, insulin yang dibutuhkan pun ikut mengalami kenaikan demi mengefektifkan metabolisme glukosa. Akan tetapi, kenaikan insulin dalam jumlah tinggi kadang tak diimbangi kemampuan pankreas memproduksi hormon tersebut. Kondisi tersebut berpotensi menjadi diabetes apabila tidak segera dideteksi dan Anda tangani bersama dokter.

Obesitas pun membuat sel-sel tubuh kehilangan sensitivitasnya terhadap insulin. Penumpukan insulin yang tak terpakai pun membuat glukosa tak dapat masuk ke proses metabolisme.

Kesimpulannya, konsumsi gula berlebih memang mempengaruhi risiko Anda terkena glukosa meski tak secara langsung. Anda pun sebaiknya melakukan pencegahan sedini mungkin supaya peluang terkena diabetes pun bisa ditekan.

Share to