Kentut Membantu Menurunkan Darah Tinggi, Mitos atau Fakta?

Rabu, 10 Juli 2019 Share to
Kentut Membantu Menurunkan Darah Tinggi, Mitos atau Fakta?

Mencium bau kentut memang dianggap kurang menyenangkan untuk sebagian besar orang. Namun, tahukah Anda kentut dalam frekuensi normal menandakan kesehatan pada fungsi sistem pencernaan? Khususnya pada gerakan peristaltik usus yang mengarah ke anus.

Pada dasarnya, kentut merupakan gas alami yang dikeluarkan tubuh. Namun karena termasuk hasil buangan dari sistem cerna, bau yang dikeluarkan kurang sedap sampai-sampai bisa membuat orang mual-mual. Uniknya, hasil buangan tersebut ternyata menyimpan berbagai benefit untuk kesehatan, salah satunya menurunkan tekanan darah. Benarkah demikian?

Hubungan kentut dengan tekanan darah tinggi

Baru-baru ini sebuah riset medis yang dilakukan Zhongda Hospital di Southest University, Nanjing, Tiongkok, menemukan bahwa hidrogen sulfida yang terdapat dalam kentut memiliki potensi mengurangi tekanan darah. Hidrogen sulfida merupakan penyebab bau kurang sedap yang Anda hirup dari kentut. Di sisi lain, zat tersebut  terbukti efektif mengendalikan tensi darah pada tikus percobaan dalam penelitian yang dilaksanakan John Hopkins University. Hasil studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Science.

Meski demikian, para ilmuwan masih bingung dalam menentukan jumlah yang dibutuhkan untuk memperoleh manfaat dari kentut. Selain itu, mereka juga ragu apa para penderita hipertensi bersedia ‘makan’ kentut sebagai bentuk pengobatan alternatif. 

Profesor dari Southest University, Yao Yuyu, mengatakan meski metode ini menjanjikan, memakai gas dari kentut untuk mengatasi tekanan darah tinggi masih perlu dikaji langsung pada manusia. Yao pun menambahkan dosis yang diberikan kepada manusia tidak bisa disamakan dengan dosis untuk tikus.

Manfaat-manfaat lain kentut terhadap kesehatan

Selain berpotensi dipakai untuk menangani hipertensi, ada manfaat-manfaat lain dari kentut terhadap kesehatan, seperti yang dilansir dari Boldsky berikut ini.

  • Mengatasi perut kembung. Seringnya buang gas adalah salah satu tanda perut kembung yang diakibatkan tertahannya pembentukan gas di lambung. Sebaiknya Anda tidak menahan kentut saat perut sedang kembung agar fungsi sistem cerna tidak terganggu;
  • Meredakan nyeri perut. Distensi usus terjadi saat Anda menahan kentut dalam waktu lama yang menyebabkan nyeri di perut dan rasa kurang nyaman. Seperti pada kasus sebelumnya, jangan tahan kentut daripada merusak fungsi pencernaan;
  • Menekan resiko sakit jantung. Hidrogen sulfida dalam kentut ternyata dapat mencegah kerusakan mitokondria pada sel-sel tubuh. Fungsi tersebut berhubungan juga dengan penurunan risiko pada stroke, arthritis, hingga penyakit jantung;
  • Mendeteksi alergi makanan. Meski terdengar aneh, faktanya kentut membantu Anda mengenali alergi makanan. Misalnya intolerensi laktosa dan penyakit celiac yang meningkatkan risiko perut kembung;
  • Mengusir zat berbahaya dalam usus. Berbagai zat keluar saat Anda kentut, termasuk zat-zat yang membahayakan tubuh. Jadi jangan malu saat Anda mengeluarkan gas tersebut, asalkan Anda tidak sengaja sembarangan buang angin, ya.
Share to