Keseringan Cat Kuku Bikin Kuku Rapuh, Masa Sih?

Rabu, 11 Desember 2019 Share to
Keseringan Cat Kuku Bikin Kuku Rapuh, Masa Sih?

Mengecat kuku merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh para wanita demi menunjang penampilan. Di samping itu, langkah ini juga sering kali dianggap sebagai salah satu bentuk perawatan kuku. Akan tetapi, apakah benar demikian?

Meskipun mengecat kuku dengan warna-warni favorit, termasuk menghiasinya dengan berbagai bentuk atau gambar lucu, rupanya hal ini justru bisa membuat kuku Anda jadi makin rapuh dari waktu ke waktu, lho. Selain itu, kuku Anda juga jadi lebih berisiko mengalami kekeringan, perubahan warna, bahkan patah. Sayangnya, warna cat kuku paling cantik sekalipun tidak bisa menyamarkannya, apalagi memperbaiki kerusakan yang timbul pada kuku Anda.

Meski demikian, bukan berarti Anda harus sepenuhnya meninggalkan cat kuku, lho! Justru Anda masih tetap bisa mempercantik penampilan kuku Anda sambil menjaga kondisi dan kesehatannya selama Anda melakukan langkah-langkah yang benar.

Agar Anda tak salah langkah ketika mengecat kuku, simak 5 kesalahan umum yang sayangnya sering dilakukan saat mengaplikasikan cat kuku yang wajib dihindari berikut ini, yuk. Selamat membaca!

Kesalahan dalam Mengaplikasikan Cat Kuku

  1. Selalu mengecat kuku tanpa jeda istirahat.

Melihat kuku yang dicat dengan cantiknya memang bisa membantu meningkatkan rasa percaya diri Anda. Hanya saja, kuku Anda perlu “beristirahat” di sela-sela rutinitas Anda mengaplikasikan cat kuku dan mengganti warnanya, lho. Karenanya, pastikan bahwa Anda selalu membiarkan kuku Anda bebas dari cat kuku secara teratur dan berkala. Pada dasarnya, kuku terbuat dari berlapis-lapis keratin mati, yang perlahan-lahan akan makin rapuh jika terus-terusan terlapisi cat kuku.

  1. Lupa mengaplikasikan base coat.

Pastikan bahwa Anda mengaplikasikan base coat pelindung, yang biasanya tak berwarna alias transparan. Cara ini sangat penting dilakukan, terutama untuk mencegah terjadinya sindrom kuku kuning, alias warna kuku yang berubah menguning. Kondisi ini dapat diakibatkan oleh berbagai masalah, termasuk merokok, masalah penyakit bawaan, jamur pada kuku, hingga penggunaan cat kuku secara terus-menerus tanpa base coat.

  1. Sering mengganti warna cat kuku dan menggunakan aseton.

Penghilang cat kuku yang masih umum digunakan mengandung aseton, yang sebenarnya bisa membuat kuku Anda jadi sangat kering. Akibatnya, kuku jadi mengelupas dan bahkan terbelah, yang berarti risiko infeksi kuku ikut meningkat. Karenanya, hindari penggunaan aseton untuk menghapus cat kuku, terutama jika Anda rajin mengganti warna cat kuku yang dikenakan.

  1. Mengelupasi cat kuku.

Kuku yang mengelupas dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya asupan vitamin, mineral, protein, dan asam amino, maupun perubahan cuaca, efek samping dari obat, psoriasis, atau paparan terhadap zat kimia. Tapi, Anda juga bisa meningkatkan risiko kuku rapuh jika Anda memutuskan untuk tidak menggunakan penghapus cat kuku dan mengelupasi cat kuku Anda sendiri. Pasalnya, sel-sel pada kuku tumbuh dengan arah yang miring seperti sisik ikan, dan mendorong sel-sel tersebut ke arah yang keliru justru bisa mengakibatkan kuku patah.

  1. Fokus hanya pada warna cat kuku.

Dengan mengonsumsi biotin dan vitamin, Anda bisa menjaga kesehatan kuku Anda setiap saat. Selain itu, gunakan sarung tangan ketika Anda akan melakukan pekerjaan rumah. Artinya, mempercantik kuku Anda sebenarnya bukan sekadar soal mengaplikasikan warna pada kuku Anda.

Apabila Anda benar-benar ingin menjaga kuku Anda selalu sehat, rawatlah dengan sungguh-sungguh. Pasalnya, kuku yang sehat justru jauh lebih indah dari warna cat kuku apapun. Dan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kerusakan kuku yang sudah parah bahkan tak bisa disamarkan dengan cat kuku.

Share to