Kolesterol Selalu Jahat, Mitos atau Fakta?

Rabu, 11 September 2019 Share to
Kolesterol Selalu Jahat, Mitos atau Fakta?

Ketika mendengar kolesterol, sebagian orang was-was atau bahkan ketakutan. Pasalnya, kolesterol sering dihubungkan dengan gangguan kesehatan seperti tekanan darah tinggi hingga diabetes. Lantas, benarkah kolesterol bersifat jahat kepada tubuh atau sekadar asumsi yang perlu diluruskan? Mari simak daftar fakta dan mitos seputar kolesterol berikut ini!

  • Kolesterol buruk untuk tubuh

Faktanya, kolesterol merupakan sejenis lemak yang diproduksi alami oleh tubuh. Kehadiran kolesterol dibutuhkan sebagai blok pembangun untuk membentuk hormon maupun membran sel. Kolesterol baru dianggap mengancam apabila Anda mengonsumsi sumber kolesterol secara berlebih.

  • Mulai cek kolesterol saat usia 40 tahun

Sebagian penyakit yang dipicu kadar kolesterol berlebih memang baru menyerang orang-orang paruh baya. Akan tetapi, pemeriksaan kolesterol semestinya dilakukan sedini mungkin, misalnya sejak usia 20 tahun. Apalagi kalau keluarga Anda punya riwayat serangan jantung, strok, dan diabetes.

  • Anak-anak mustahil terkena kolesterol tinggi

Kenyataannya, anak-anak tak terlepas dari kemungkinan kena kolesterol tinggi. Peluang ini lebih besar terjadi pada anak yang jarang berolahraga dan kurang mengonsumsi makanan sehat. Jika gaya hidup dan bila makannya tidak segera diubah, mereka berisiko menderita penyakit jantung saat dewasa nanti.

  • Angka kolesterol total adalah segalanya

Angka kolesterol total yang harus Anda capai adalah tak lebih dari 200 mg/dl. Dengan catatan, setiap komponen di dalamnya—HDL, LDL, trigliserida—harus punya catatan normal juga. Apabila angka pada kolesterol total dan HDL sama-sama rendah, maka kemampuan tubuh melawan LDL juga tak maksimal.

  • Orang kurus memiliki kolesterol rendah

Tingginya kadar kolesterol jahat memang turut andil dalam obesitas. Namun, bukan berarti Anda yang bertubuh keras tak akan terkena ancaman kolesterol tinggi, lho. Apalagi kalau Anda menerapkan gaya hidup kurang sehat, malas berolahraga, dan punya faktor keturunan.

  • Menghindari semua sumber lemak

Seperti kolesterol, lemak juga dibagi jadi beberapa jenis, antara lain lemak jenuh, lemak tak jenuh, dan lemak trans. Lemak jenuh dan lemak trans adalah salah dua jenis yang sebaiknya Anda hindari. Lantas lemak tak jenuh direkomendasikan untuk menurunkan kolesterol jahat dan menggantikan lemak lain.

  • Gula tak akan meningkatkan kolesterol

Anda doyan makan makanan manis? Sebaiknya Anda berhati-hati, sebab kandungan gula di dalamnya bisa meningkatkan kadar trigliserida. Jadi, anggapan gula yang tak akan berdampak pada kolesterol tak dapat Anda abaikan begitu saja.

  • Kolesterol tinggi selalu menimbulkan gejala

Konsekuensi kolesterol tinggi justru bersifat jangka panjang. Plak pada pembuluh darah yang dokter temukan saat Anda berusia 50-60 tahun sebenarnya sudah terbentuk saat Anda memasuki usia 20-30 tahun. Maka dari itu, pemeriksaan berkala selalu dianjurkan.

Mudah-mudahan informasi di atas menjauhkan Anda dari mitos kolesterol yang menjebak, ya!

Share to