Kurang Tidur Membuat Otak Menciut, Benarkah?

Jumat, 12 Juli 2019 Share to
Kurang Tidur Membuat Otak Menciut, Benarkah?

Padatnya pekerjaan hingga begadang demi menyaksikan pertandingan sepak bola secara tak langsung mengurangi porsi tidur seseorang. Meski terbukti berdampak buruk pada kesehatan, masih banyak orang yang mengabaikan kualitas tidur mereka.

Apa Anda salah satu orang yang punya jam tidur berantakan? Sebaiknya Anda berhati-hati karena riset terbaru menemukan tidur kurang dari porsi yang dianjurkan berpotensi menciutkan ukuran otak!

Dampak kurang tidur terhadap ukuran otak

Sebuat studi di Eropa meninjau 147 orang dewasa dengan rentang usia dari 20 hingga 84 tahun. Dengan dua hasil pindai MRI, para peneliti pada studi tersebut menemukan kaitan antara masalah tidur seperti insomnia dengan volume otak. Hasil pindai kesatu diperoleh sebelum responden menuntaskan kuesioner yang berhubungan dengan pola tidur mereka. Sementara itu hasil pindai kedua didapatkan 3,5 tahun kemudian.

Kuesioner yang responden isi memperlihatkan sekitar 35% dari total subjek memenuhi kriteria kurang tidur. Selain itu, para peneliti mendapati orang dengan masalah tidur cenderung mengalami penurunan pada volume otak lebih cepat daripada mereka yang tidur teratur. Hal ini pun terjadi lebih signifikan pada responden yang berusia lebih dari 60 tahun.

Sejumlah studi lainnya menunjukkan peran dan efek tidur yang ditimbulkan terhadap otak pada orang yang kurang beristirahat. Pola tidur buruk rupanya berkontribusi terhadap risiko gangguan otak seperti demensia hingga Alzheimer. Jadi masuk akal kalau kurang tidur berdampak langsung pada kehilangan memori dan ukuran otak Anda.

Neurologis dan pakar tidur Neal Maru mengatakan kurang tidur memicu masalah kesehatan lain seperti menurunkan daya tahan tubuh, berat badan, kesehatan jantung, hingga memori. Selain itu, penelitian telah membuktikan kurang tidur mengakibatkan penumpukan protein yang berpotensi menyerang sel di otak. Meski Maru masih berusaha memecahkan masalah tersebut, bukti-bukti valid sudah menyatakan jelas porsi tidur di bawah batas normal memang membahayakan.

Claire Sexton, peneliti dari Universitas Oxford, pun sepakat dengan pernyataan Maru tersebut. Sexton menambahkan sejauh ini belum diketahui pasti apakah buruknya kualitas tidur memicu penyusutan pada volume otak atau karena ada konsekuensi dari perubahan struktur otak.

Cara-cara efektif menangani kurang tidur

Dari pemaparan studi di atas, dapat disimpulkan kurang tidur memang mempengaruhi otak, meskipun hubungannya dengan penyusutan ukuran belum terbukti sepenuhnya. Para peneliti pun berencana untuk mengadakan studi lanjutan untuk mengetahui apakah peningkatan kualitas tidur dapat mempengaruhi kesehatan otak.

Anda juga tidak perlu khawatir karena kurang tidur sebenarnya bisa diatasi sendiri. Misalnya dengan mengonsumsi makanan-makanan menenangkan dan menjauhi minuman berkafein. Usahakan untuk tak melakukan kegiatan apa pun menjelang waktu tidur. Satu hal penting lainnya, jauhkan ponsel pintar dan laptop untuk mencegah Anda beraktivitas.

Share to