Makan Sudah Dijaga Tapi Berat Badan Naik Terus, Kenapa Sih?

Senin, 9 Desember 2019 Share to
Makan Sudah Dijaga Tapi Berat Badan Naik Terus, Kenapa Sih?

Selain dilakukan untuk menjaga kondisi tubuh agar selalu sehat, diet umumnya juga dilakukan dengan tujuan untuk menurunkan berat badan. Hanya saja, rupanya ada yang justru mengalami kenaikan berat badan ketika sudah menjaga pola makan lewat diet, bahkan kenaikannya terjadi terus-menerus. Apakah Anda juga mengalami masalah tersebut? Kalau iya, coba cari tahu apa saja penyebabnya di sini, yuk!

Diet Hanya untuk Jangka Pendek

Tak sedikit orang-orang yang melakukan “balas dendam” begitu mereka sukses menurunkan berat badan karena berdiet. Biasanya, mereka beranggapan bahwa setelah berat badan berkurang dan bahkan telah mencapai angka yang diinginkan, mereka sudah bisa makan dengan bebas tanpa pikir panjang lagi.

Padahal, cara tersebut justru merupakan sebuah kekeliruan besar. Justru diet yang tidak dipertahankan bisa menyebabkan kenaikan berat badan pasca diet – kondisi ini disebut dengan istilah diet-induced weight gain, yang malah bisa meningkatkan risiko obesitas.

Sel-Sel Tubuh yang Tidak Kenal Fase Diet

Selama Anda menjalankan diet, pikiran sadar Anda sadar kalau Anda memang tengah menjalankan program diet. Hanya saja, hal yang sama tidak berlaku bagi tubuh serta sel-sel tubuh Anda. Justru, tubuh dan sel-sel akan mengenali diet sebagai bentuk kelaparan, bukannya upaya Anda untuk membatasi jumlah asupan makanan.

Karenanya, ketika tubuh mengenali pengurangan asupan makanan yang masuk, respon yang muncul adalah melambatnya proses metabolisme, yang bisa mengakibatkan keinginan untuk makan jadi membesar. Dengan begitu, Anda jadi lebih mudah tergoda untuk menyantap lebih banyak makanan walaupun sebenarnya Anda sedang tidak merasa lapar – para ahli menjelaskan bahwa berdiet menyebabkan tubuh tidak bisa mengetahui isyarat kondisi kenyang dan lapar. Artinya, Anda jadi tidak percaya dengan isyarat biologis yang diberikan oleh tubuh, terutama yang terkait dengan makan dan rasa lapar/kenyang.

Kemudian, ada penelitian lain yang menyebutkan bahwa diet akan membuat seseorang justru merasa lebih lapar sehingga nafsu makannya mengalami lonjakan dibandingkan dengan saat ia belum menjalankan program diet. Hal ini dikarenakan pelepasan hormon yang mengisyaratkan lapar dari otak dalam jumlah lebih besar selama seseorang berdiet, serta proses metabolisme yang melambat dan makanan yang dikonsumsi justru akan lebih banyak disimpan sebagai lemak di dalam tubuh. Karena itulah diet yang tidak dilakukan dengan cara yang tepat malah bisa mengakibatkan kenaikan berat badan.

Solusinya?

Kenaikan berat badan bukan hanya diakibatkan oleh tubuh yang jarang berolahraga, tapi juga pola makan yang tidak sehat. Karena itulah, agar Anda tidak justru mengalami lonjakan berat badan saat berdiet, terapkan diet yang sehat dengan pola makan bergizi seimbang.

Umumnya, orang-orang melakukan diet kalori yang mengharuskan mereka untuk mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi setiap hari untuk mengurangi berat badan. Nah, cara ini biasanya juga berarti pembatasan porsi makanan yang tak jarang dilakukan secara besar-besaran. Dan begitu berat badan yang diinginkan sudah tercapai, yang terjadi justru tindakan “balas dendam” dengan makan sebanyak-banyaknya karena merasa tidak bisa makan enak dan puas selama berdiet. Jadi, tak heran kalau mereka yang menerapkan diet cara ini justru akan mengalami lonjakan berat badan setelahnya.

Lain halnya jika Anda menerapkan pola makan sehat dan bergizi seimbang secara teratur dan konsisten. Bahkan, ada berbagai pilihan diet sehat yang bisa Anda terapkan sesuai dengan selera Anda. Contohnya food combining, raw food, dan sebagainya. Apabila Anda ragu, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan panduan pola makan sehat dan bergizi seimbang yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Share to