Mana yang Mengandung Gula Lebih Banyak, Wine atau Beer?

Selasa, 4 Juni 2019 Share to
Mana yang Mengandung Gula Lebih Banyak, Wine atau Beer?

Wine dan beer adalah salah dua jenis minuman beralkohol yang cukup familier di tengah masyarakat Indonesia. Untuk mengakses kedua minuman tersebut memang tak semudah mendapatkan teh dan kopi, tetapi bukan berarti berbahaya selama konsumsinya tak berlebihan.

Lantas, apa yang membedakan wine dengan beer

Wine dan beer, produk fermentasi dari bahan alami

Baik wine maupun beer sama-sama melewati proses fermentasi dalam pembuatannya. Dalam hal ini, wine menggunakan anggur dan apel sebagai bahan utama, bedanya minuman tersebut tidak melewati tahap brewing seperti beer. Ada pula yang menggunakan beras, tape, hingga singkong.

Anggur merah adalah bahan paling populer yang dipakai untuk membuat wine. Jika red wine benar-benar memakai anggur merah bersama kulitnya, maka white wine terbuat dari anggur merah atau anggur hijau yang kulitnya dipisahkan. Kulit anggur merah kaya akan tanin yang dapat berperan sebagai antioksidan.

Bagaimana dengan beer? Minuman beralkohol yang satu ini umumnya terbuat dari biji-bijian seperti gandum. Proses brewing pun dibutuhkan untuk menghasilkan gula dari karbohidrat yang terdapat pada biji-bijian tersebut. Gula tersebut lantas dicampurkan dengan ragi yang nantinya terurai menjadi gas Co2 dan alkohol. Hal ini pula yang membuat beer memiliki kandungan kalori sebanyak 130 ccal per kaleng.

Berbeda dengan wine yang kandungan kalorinya lebih tinggi. Dalam setengah gelas wine saja sudah ada 100 ccal. Hal tersebut disebabkan tingginya alkohol dalam wine. Kandungan gula pada wine juga lebih banyak dibandingkan beer. Dalam segelas wine, setidaknya terdapat 0,8 gram gula, sementara itu beer hampir tak memiliki kandungan gula sama sekali.

Manfaat konsumsi wine dan beer dalam jumlah normal

Adapun benefit-benefit yang didapatkan mencakup:

  • Menurunkan berat badan. Beberapa minuman beralkohol dapat menunjang metabolisme tubuh, sehingga proses pembakaran lemak tubuh akan lebih cepat. Hal ini yang secara tidak langsung akan membantu Anda dalam menyusutkan bobot tubuh;
  • Memperbaiki sistem pencernaan. Ketika masuk ke dalam tubuh, kandungan alkohol dari wine maupun beer tak hanya mampu menghangatkan tubuh, melainkan juga memperbaiki sistem cerna, terutama saat Anda minum setelah makan;
  • Berfungsi sebagai probiotik alami. Minuman beralkohol yang dalam prosesnya menggunakan fermentasi dapat berperan juga sebagai probiotik alami seperti yoghurt. Namun, meminumnya terlalu banyak malah akan membahayakan usus;
  • Mencegah peluang osteoporosis. Selain beer dan wine, ada tequila yang dapat membantu Anda mencegah terserang osteoporosis. Hal tersebut disebabkan tequila mampu menyerap kalsium dari makanan yang Anda konsumsi;
  • Menurunkan risiko diabetes tipe 2. Siapa sangka minuman beralkohol dapat menurunkan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2? Konsumsi wajar akan menghambat lonjakan gula darah dalam tubuh sekaligus merangsang produksi insulin.
Share to