Masak Nggak Pakai Garam Sudah Cukup Untuk Mencegah Hipertensi, Mitos Atau Fakta?

Jumat, 13 September 2019 Share to
Masak Nggak Pakai Garam Sudah Cukup Untuk Mencegah Hipertensi, Mitos Atau Fakta?

Jika penderita diabetes selalu dikaitkan dengan gula, maka penderita hipertensi dibayang-bayangi kecemasan akan konsumsi garam. Asupan garam berlebih berpotensi merusak keseimbangan kalium dan natrium yang menyulitkan ginjal untuk bekerja secara maksimal. Hal ini lantas menyebabkan retensi atau penumpukan cairan yang bakal diikuti naiknya tekanan darah.

Oleh karena itu para penderita hipertensi memilih untuk mengurangi konsumsi garam. Beberapa di antaranya malah memilih tak memasukannya ke dalam masakan. Walau terdengar ampuh dan aman, apakah tubuh yang tak menerima asupan garam sama sekali tetap bisa beraktivitas?

Mengganti garam untuk makanan penderita hipertensi

Neelanjana Singh selaku ahli gizi dari Heinz Nutri Life Clinic di Delhi mengatakan pembatasan asupan garam adalah anjuran umum dalam semua metode pengobatan untuk menangani tekanan darah tinggi. Meski demikian, hidangan yang Anda masak tetap bisa punya rasa nikmat meski sudah tak memakai garam sebagai perasa. Penderita hipertensi mungkin tidak akan terbiasa pada awalnya, sehingga cara memasak yang tepat dan pembiasaan secara berkala diharapkan bisa membantu.

Pada dasarnya sebagian besar makanan punya rasa khas, contohnya buah-buahan yang memiliki rasa beragam dari manis, asin, hingga pahit. Hal ini juga berlaku pada sayuran kendati rasanya tidak setajam buah. Singh lantas menyarankan agar Anda tak terlalu lama mengolah sayuran agar rasanya tak serta-merta menghilang.

Rasa pada sayuran maksimal bertahan saat teksturnya lembut dan renyah, bukannya lembut dan lembek. Selain itu, memasak skayur terlalu lama hanya akan menghancurkan pigmen atau warnanya, sehingga akan membuatnya tampak tak menarik. Kalaupun Anda ingin memberikan rasa, Singh mengatakan gula bisa dijadikan tambahan yang tepat untuk sayuran.

Manfaatkan rempah dan herbal

Hindari perendaman potongan sayuran dalam air pemutih, karena rasa maupun nutrisinya berisiko hilang. Alangkah baiknya Anda memakai kombinasi rempah dan herbal untuk memberikan variasi rasa sekaligus menurunkan ketergantungan terhadap garam.

Singh melanjutkan rempah dan herbal yang bisa dimanfaatkan mencakup ketumbar, daun mint, daun kari, dan peterseli. Merica dan kayu manis juga akan membantu Anda membiasakan diri dari diet garam. Bumbu alternatif lain yang disarankan adalah bubuk bawang putih dan cuka cabai yang dinilai dapat mengimbangi rendahnya asupan garam.

Ganti minyak goreng biasa dengan minyak yang lebih sehat seperti minyak wijen dan minyak zaitun. Keduanya dapat memaksimalkan rasa pada makanan tanpa meningkatkan kadar lemak jenuh atau trans yang umum dijumpai pada minyak kebanyakan. Kombinasi makanan dengan perasa sehat adalah cara lain yang bakal membuat Anda terbiasa jauh dari garam. Contohnya dengan memadukan kacang polong atau kedelai dan daun mint pada olahan sayur hijau.

Selamat mengolah makanan tanpa garam yang menyehatkan!

Share to