Masih Muda Kok Sudah Prediabetes, Gimana Dong?

Rabu, 14 November 2018 Share to
Masih Muda Kok Sudah Prediabetes, Gimana Dong?

Selama ini, diabetes identik dengan penyakit manula. Namun belakangan, diabetes—khususnya pada tipe 2—mulai diidap kalangan di bawah rentang usia 40 tahun. Badan Kesehatan Dunia atau WHO bahkan menyebutkan faktor pemicu 1,6 juta kematian di seluruh dunia pada 2015 disebabkan diabetes dan pada 2030 diprediksi menjadi penyebab kematian ketujuh terbesar. Nyaris separuh dari total kematian tadi diidap penderita kencing manis yang usianya belum mencapai 70 tahun.

Mengenal prediabetes di kalangan muda-mudi

Gaya hidup yang semakin dinamis dan pola makan yang kurang dijaga adalah salah dua faktor yang meningkatkan peluang seseorang mengidap diabetes, khususnya kalangan muda-mudi. Namun, tanda-tanda yang menunjukkan keberadaan penyakit tersebut umumnya tak muncul di awal fase.

Masalah lainnya adalah gejala prediabetes di usia muda yang sering luput dari atensi Anda. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan prediabetes sebagai kenaikan kadar gula darah yang tak terlalu tinggi, hanya saja sudah melebihi batas normal. Kondisi ini yang perlahan-lahan menurunkan performa sel-sel dalam tubuh hingga kesulitan merespons insulin. Jika hal ini terus dibiarkan atau tak terdeteksi, prediabetes bisa berubah status menjadi diabetes.

Seperti penderita diabetes, pankreas pada pengidap pradiabetes pun berisiko mengalami kerusakan. Hal ini tak terlepas dari kerja keras organ tersebut dalam memproduksi insulin untuk mengatasi level glukosa yang terlalu tinggi. Bedanya, Anda yang terdiagnosis prediabetes belum tentu mengalami perubahan mencolok seperti kenaikan atau penurunan berat badan secara drastis dan pigmentasi warna kulit. Di sisi lain, Anda tetap harus waspada kalau mudah haus hingga makan saat sedang tidak lapar.

Prediabetes di usia muda bisa disembuhkan, asal…

Kemungkinan status prediabetes dihilangkan lebih besar dibandingkan diabetes karena masih termasuk peringatan. Jadi, alih-alih patah semangat, ada baiknya Anda melakukan hal-hal berikut ini:

  • Menjaga berat badan. Menurunkan bobot tubuh 5-10% saja sudah dapat mengurangi peluang prediabetes berubah menjadi diabetes;
  • Senantiasa mengatur asupan makan. Kurangi makanan manis yang terbikin dari pemanis buatan dan perbanyak jenis makanan yang dapat mengontrol kadar gula darah;
  • Aktif bergerak dan hindari rokok. Olahraga ringan seperti jalan kaki selama 30-60 menit saja sudah menjauhkan Anda dari diabetes. Hentikan juga kebiasaan merokok yang membahayakan.

Terakhir, jangan sungkan berkonsultasi dengan dokter terpercaya agar Anda mendapatkan penanganan medis yang lebih akurat.

Share to