Popcorn Baik Untuk Kesehatan, Mitos atau Fakta ya?

Selasa, 16 Juli 2019 Share to
Popcorn Baik Untuk Kesehatan, Mitos atau Fakta ya?

Menonton film di bioskop sambil makan popcorn sudah jadi kebiasaan yang sulit dipisahkan. Popcorn atau berondong jagung termasuk camilan murah yang bisa Anda buat sendiri di rumah. Variasi rasa yang ditawarkan dalam popcorn pun kian beragam untuk membuatnya semakin menarik.

Selain itu, mengonsumsi popcorn ternyata bagus juga buat kesehatan Anda, lho. Kira-kira apa saja alasan yang membuat berondong jagung bermanfaat untuk tubuh?

Popcorn sebagai camilan sehat

Popcorn terbuat dari pipilan jagung kering yang dikembangkan dalam wadah yang dipanaskan. Proses inilah yang kemudian menjaga nutrisi dalam jagung. Dalam 100 gram berondong jagung setidaknya ada zat besi, vitamin B kompleks (B1, B3, B6), fosfor, magnesium, mangan, dan seng. Popcorn tawar sendiri hanya mengandung 3 gram protein dan 1 gram lemak. Serat dalam camilan ini juga cukup tinggi, yakni sekitar 3,6 gram per tiga gelas. Jadi wajar kalau Anda kenyang setelah menyantapnya.

Selain itu, popcorn menyumbang sedikit kalori pada tubuh, yakni 93 kalori saja per satu porsi popcorn tawar. Hal ini pula yang menjadikan berondong jagung sebagai camilan rekomendasi dalam program diet karena tak akan menambah berat badan Anda.

Benefit lain yang bakal Anda dapatkan dari konsumsi popcorn adalah menurunkan risiko penyakit jantung hingga kanker berkat kandungan polifenol. Polifenol sendiri merupakan antioksidan yang dapat menjadi proteksi sel dari kerusakan yang diakibatkan radikal bebas. Sejumlah penelitian menyatakan antioksidan tersebut meningkatkan kesehatan sistem cerna, melancarkan sirkulasi darah, dan mencegah tubuh dari berbagai serangan penyakit.

Benefit-benefit tadi dipengaruhi juga dari cara Anda mengolah popcorn. Alih-alih membeli pipilan jagung kemasan, Anda bisa buat sendiri di rumah. Meski merepotkan, tetapi homemade popcorn jelas jauh lebih sehat karena kandungan nutrisinya masih terjaga. hindari memanggang popcorn di microwave dan pakai kompor sebagai pengganti. Jika Anda mau memakai mentega atau minyak, pastikan takarannya pas agar kandungan lemak dalam berondong jagung tidak naik drastis.

Efek samping mengonsumsi popcorn

Dalam beberapa situasi, popcorn bisa balik membahayakan tubuh. Memanaskannya dalam kemasan di microwave, misalnya, berisiko mengganggu kesehatan. Pasalnya, sebagian besar kemasan popcorn masih dilapisi zat kimia bernama perfluorooctanoic acid atau PFOA. Zat kimia tersebut dalam sejumlah studi telah terbukti berhubungan dengan risiko berat badan lahir rendah, tiroid, hingga ADHD.

Diasetil dalam popcorn kemasan juga berpotensi memicu efek samping seperti rusaknya saluran pernapasan yang berujung pada penyakit paru. Penambahan berbagai rasa yang tidak alami turut andil dalam meningkatkan kadar kalori dalam popcorn. Konsumsi berlebihan bukan hanya menambah berat badan, tetapi juga mengganggu fungsi organ dalam tubuh.

Bagaimana? Apa Anda masih tertarik menjadikan popcorn sebagai camilan?

Share to