Saya Pasti Hipertensi Juga Karena Keluarga Demikian, Benarkah?

Senin, 9 September 2019 Share to
Saya Pasti Hipertensi Juga Karena Keluarga Demikian, Benarkah?

Faktor genetik atau keturunan adalah salah satu penyebab tekanan darah tinggi atau hipertensi yang ditakuti banyak orang. Pasalnya, hal tersebut akan meningkatkan peluang Anda menderita gangguan itu. Lantas, sebesar apa kemungkinannya? Apakah peluang menekan risikonya masih ada?

Hipertensi akibat faktor keturunan

Sebagian besar pasien hipertensi berusia 40 tahun ke atas. Namun sekarang tak sedikit yang datang dari kalangan mud-mudi. Hal inilah yang membuat beberapa orang bertanya-tanya apakah faktor genetis ikut mempengaruhinya?

Berdasarkan sebuah penelitian, sekitar 95% kasus hipertensi belum diketahui penyebab pastinya. Kondisi ini dikenal dengan nama hipertensi esensial. Spesialis jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta, dr. Siska S. Danny, mengatakan tekanan darah tinggi dapat disebabkan sejumlah faktor seperti gaya hidup kurang sehat hingga keturunan.

Hipertensi akibat faktor genetis memang lebih sulit dihindari dibandingkan gaya hidup buruk atau asupan makan yang kurang menyehatkan. Meski demikian, Anda masih bisa melindungi diri dari kemungkinan tadi agar tekanan darah tidak melonjak drastis. Bagi Anda yang berpeluang menderita hipertensi akibat faktor keturunan, berikut daftar pencegahan yang bisa diterapkan.

  • Kurangi asupan garam

Garam bak musuh di balik selimut bagi penderita hipertensi. Di sisi lain, Anda masih bisa menyantapnya dengan mengikuti program Dietary Approaches to Stop Hypertensiion (DASH). Jenis diset tersebut sudah terbukti mampu mengontrol tekanan darah melalui konsumsi buah, sayur, dan gandum utuh (whole grain) yang disantap secara berkala.

  • Rajin melakukan aktivitas fisik

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Hypertension mengungkapkan risiko hipertensi akan menurun sampai 34% pada pasien yang rutin menjaga kebugaran tubuhnya dibandingkan mereka yang jarang olahraga. Lantas American Heart Association merekomendasikan Anda untuk berolahraga 150 menit per minggu atau 30 menit per hari. Joging, jalan kaki, berenang, dan bulu tangkis bisa Anda pilih dalam tahap ini.

  • Menjaga berat badan

Faktanya, berat badan dapat mempengaruhi tekanan darah seseorang. Disitat dari riset yang diterbitkan The Journal of Hypertension menyatakan bahwa memangkas lima kilogram berat badan membantu Anda menurunkan tekanan darah secara signifikan. Oleh karena itu Anda perlu memperhatikan bobot tubuh secara berkala untuk mengetahui kondisi kesehatan.

  • Belajar mengelola stres

Ternyata, stres berpotensi meningkatkan tekanan darah meski bersifat sementara. Akan tetapi, bukan berarti Anda bisa mengabaikannya. Stres berlebih mempengaruhi kenaikan produksi kortisol yang akan berdampak pada kondisi fisik Anda. Maka belajarlah mengelola stres atau berkonsultasi bersama ahli untuk memperoleh penanganan tepat.

Anda bisa tarik kesimpulan bahwa peluang seseorang menderita hipertensi akan lebih besar akibat faktor keturunan. Kendati demikian, Anda tetap bisa menekan peluangnya melalui gaya hidup sehat dan makan makanan bergizi tinggi.

Share to