Telur Asin Dilarang Dimakan Penderita Darah Tinggi

Kamis, 25 Juli 2019 Share to
Telur Asin Dilarang Dimakan Penderita Darah Tinggi

Telur bebek sering dikenal juga sebagai telur asin karena pengolahannya yang dilakukan dengan cara diasinkan. Agar telur menjadi asin, telur bebek kemudian direndam di dalam air garam. Hasilnya, bagian putih telur menjadi terasa asin sementara bagian kuningnya – yang berwarna lebih oranye – rasanya tidak terlalu asin.

Berdasarkan peneliti Kalpana Bhaskaran dari Nutrition Research and Head of Glycemic Index Research Unit Temasek Polytechnic’s School of Applied Science, konsumsi telur asin dapat menyebabkan adanya peningkatan kolesterol jika jumlahnya melebihi jumlah yang disarankan, yaitu 300 mg. Padahal, dalam satu butir telur asin saja sudah mengandung kolesterol yang jumlahnya mencapai 300-600 mg, tergantung cara pembuatannya.

Pasalnya, konsumsi makanan asin yang tinggi garam sama saja dengan konsumsi makanan dengan natrium dalam jumlah tinggi. Padahal, asupan garam harian yang direkomendasikan oleh WHO hanyalah 5 gr atau setara dengan 2.000 mg natrium. Jika jumlah konsumsinya melebihi batas yang direkomendasikan tersebut, maka risiko tekanan darah tinggi pun meningkat, yang berarti peningkatan risiko stroke dan penyakit jantung juga.

Karena kasus kekurangan natrium adalah kejadian yang sangat tidak umum – kecuali pada penderita kekurangan gizi, diare, dan gagal jantung –maka sebaiknya Anda juga perhatikan dengan cermat jumlah konsumsi garam Anda setiap harinya. Hal yang sama pun berlaku bahkan jika Anda tidak atau belum pernah didiagnosis menderita tekanan darah tinggi sekalipun. Selain telur asin, makanan dengan kadar gula atau natrium yang tinggi termasuk makanan olahan atau kemasan, dan makanan cepat saji.

Seperti yang barangkali sudah Anda ketahui, masalah tekanan darah tinggi dapat memicu penyakit jantung. Jika tekanan darah meningkat, maka jantung pun harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Belum lagi, masih ada penyakit kronis lainnya yang dikaitkan dengan hipertensi, termasuk stroke, pengerasan arteri, gagal jantung, dan gagal ginjal.

Meski begitu, bukan berarti konsumsi telur asin adalah hal yang 100% terlarang bagi Anda. Apabila Anda bijak dalam mengkonsumsinya, alias tidak menyantap dalam jumlah yang berlebihan, Anda bisa menurunkan risiko peningkatan tekanan darah Anda. Hanya saja, sebaiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengingat Anda sudah didiagnosis dengan penyakit ini. Atau lebih baik lagi, hindari makanan dengan garam tinggi, termasuk telur asin, seluruhnya dan pilih makanan dengan kadar garam yang jauh lebih rendah, seperti makanan tinggi serat dan mengandung lemak sehat seperti alpukat dan kacang-kacangan tanpa garam.

Share to