5 Rasa Nyeri di Tubuh yang Tak Boleh Diabaikan

Kamis, 18 Juni 2020 Share to
5 Rasa Nyeri di Tubuh yang Tak Boleh Diabaikan

Rasa nyeri bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari adanya peradangan sampai luka karena tertusuk benda tajam. Nyeri yang disebabkan luka tertusuk atau teriris benda tajam umumnya ringan dan bisa sembuh dengan sendirinya dengan hanya mengobati lukanya.

Namun, beberapa jenis nyeri lainnya mungkin bisa jadi pertanda ada sesuatu yang sedang salah dengan tubuh dan tidak boleh diabaikan. Berikut adalah 5 rasa nyeri di tubuh yang tak boleh diabaikan.

  1. Nyeri sendi

Tidak sedikit yang percaya bahwa nyeri sendi cuma bagian dari proses penuaan yang normal. Tetapi jika mengalami nyeri sendi berkepanjangan tanpa disebabkan oleh cedera, segera konsultasi dengan dokter atau ahli medis karena nyeri sendi juga dapat menjadi gejala berbagai gangguan kesehatan yang seius seperti kanker tulang, bursitis, fibromyalgia, asam urat, lupus, penyakit Lyme, osteoporosis, rakhitis dan tendonitis.

  1. Nyeri dada

Kalau Anda mengalami nyeri di dada yang tidak kunjung hilang disertai dengan sesak napas atau rasa sakit yang tidak biasa, segeralah ke fasilitas medis terdekat karena mungkin Anda terkena serangan jantung. Rasa nyeri yang sangat parah pada dada bagian kiri umumnya adalah pertanda serangan jantung.

  1. Nyeri kepala parah

Nyeri kepala bisa disebabkan oleh migrain. Tapi kalau Anda tidak pernah mengalami migrain sebelumnya atau tidak disertai dengan gejala migrain seperti terlalu peka terhadap cahaya, ada baiknya segera cari bantuan medis. Walaupun jarang, nyeri yang parah di kepala mungkin saja indikasi adanya pembengkakan pembuluh darah otak dimana ada daerah yang lemah dan menonjol (aneurisma).

  1. Nyeri pada perut bagian kanan bawah

Nyeri seperti ini mungkin gejala radang usus buntu yang ditandai dengan peradangan atau apendisitis. Apendisitis biasanya dimulai dengan peradangan dan rasa nyeri di tengah perut, kemudian berpindah ke perut bagian kanan bawah. Ketika gejalanya mulai parah, akan muncul rasa nyeri yang sangat. Apendisitis juga biasanya disertai mual, demam, panas dingin, sembelit, peradangan, diare, gemetar dan muntah-muntah.

  1. Nyeri kaki disertai peradangan

Kalau mengalami pembengkakan, peradangan dan nyeri pada kaki, mungkin saja disebabkan oleh adanya gumpalan darah yang pada pembuluh darah. Gumpalan darah bisa membeku dan terlepas lalu terbawa aliran darah ke arteri atau paru-paru dan hal ini bisa berakibat fatal. Kalau gejalanya berkembang menjadi sesak napas, rasa nyeri saat bernapas atau batuk berdarah, segeralah ke fasilitas medis terdekat untuk mendapat perawatan terbaik.

Semoga informasi ini bermanfaat!

 

Share to