Beda Jenis Garam Beda Juga Manfaatnya, Mana yang Bisa Dikonsumsi Pengidap Kolesterol?

Senin, 13 Januari 2020 Share to
Beda Jenis Garam Beda Juga Manfaatnya, Mana yang Bisa Dikonsumsi Pengidap Kolesterol?

Anda mungkin ada yang belum tahu bahwa ada berbagai jenis garam di dunia ini. Nah, garam yang sering kita gunakan untuk memasak adalah garam meja. Selain garam meja, berikut jenis-jenis garam lainnya yang tidak ada salahnya kita tahu termasuk kandungannya dan jenis apa yang bisa dikonsumsi pengidap kolesterol.

Garam Meja (Garam Halus)

Garam halus atau dikenal juga  garam meja merupakan garam yang paling umum dan sering digunakan dalam keperluan memasak. Garam ini berbentuk halus karena ketika pembuatannya, garam digiling dan sebagian besar kotoran serta mineralnya terbuang. Salah satu kekurangan garam halus adalah ketika digiling garam akan menggumpal satu sama lain. Karena alasan inilah, berbagai zat yang disebut agen anti-caking perlu ditambahkan, sehingga garam dapat tergiling dengan halus. Garam halus mengandung sekitar 97 persen natrium klorida bahkan bisa lebih tinggi. Namun, di banyak negara garam juga mengandung yodium tambahan.

Garam Laut (Sea Salt)

Garam laut dibuat dengan cara menguapkan air laut. Sama seperti garam dapur, garam ini juga mengandung natrium klorida yang tinggi. Tetapi, tergantung pada sumbernya dan bagaimana prosesnya, umumnya mengandung berbagai mineral seperti potasium, besi, dan seng. Semakin gelap garam laut, maka semakin tinggi konsentrasi kotoran dan jejak nutrisi. Tapi, karena polusi laut, garam laut juga menampung sejumlah logam berat, salah satunya timah.

Garam laut juga berisiko mengandung mikroplastik (sisa-sisa plastik mikroskopis). Implikasi kesehatan dari plastik mikro dalam makanan sampai saat ini masih belum jelas, namun zat ini bisa  menimbulkan risiko kesehatan, walaupun masih tergolong rendah. Tidak seperti garam olahan biasa (garam meja), garam laut punya tekstur lebih kasar, karena lebih tidak ditumbuk sampai halus.

Garam Himalaya (Pink Salt Himalaya)

Sebagian besar garam himalaya ditambang di negara Pakistan, tepatnya di sebuah tambang garam bernama Khewra. Tambang garam ini adalah tambang garam terbesar kedua di dunia. Garam himalaya diketahui mengandung sejumlah besi oksida (karat), sehingga warnanya merah muda. Garam ini mengandung sejumlah kecil kalsium, zat besi, kalium dan magnesium. Karena itulah, garam himalaya mengandung natrium yang lebih rendah ketimbang garam meja dan garam laut.

Garam Kosher

Tidak sama dengan jenis-jenis garam sebelumnya, garam kosher punya struktur kasar dan serpih. Garam kosher diketahui mengandung aditif seperti agen anti-caking dan yodium. Yang perlu diketahui,  satu sendok teh garam kosher jauh lebih ringan daripada satu sendok teh garam biasa. Maka dari itu, usahakan untuk tidak mengganti garam yang satu dengan yang lain dengan rasio 1: 1. Hal ini berisiko menyebabkan makanan akan terasa terlalu asin atau terlalu hambar.

Garam Celtic

Garam Celtic punya warna keabu-abuan dan mengandung sedikit air, sehingga teksturnya cukup lembab. Yang istimewa, garam celtic menawarkan sejumlah mineral dan sedikit lebih rendah natrium dibandingkan garam meja(garam halus).

Itulah penjelasan singkat tentang jenis-jenis garam termasuk kandungannya. Lalu, jenis apa yang bisa dikonsumsi pengidap kolesterol? Ada pendapat yang menyatakan bahwa garam himalaya aman untuk dikonsumsi pengidap kolesterol karena mengandung natrium yang lebih rendah ketimbang garam meja dan garam laut. Tapi agar lebih pasti, ada baiknya Anda berkonsultasi langsung dengan ahlinya untuk mendapat penjelasan lebih lengkap.

Share to