Demam Berdarah Anak dan Dewasa, Beda atau Tidak Fasenya

Kamis, 14 Maret 2019 Share to
Demam Berdarah Anak dan Dewasa, Beda atau Tidak Fasenya

Demam berdarah yang disebarkan oleh nyamuk aedes aegypti, merupakan salah satu penyakit yang cukup berbahaya dan sudah merenggut banyak korban. Tidak hanya kalangan anak-anak, orang dewasa pun banyak yang telah menjadi korbannya.

Secara umum, fase demam berdarah terjadi dalam 3 fase yang disebut sebagai Siklus Pelana Kuda, yakni demam tinggi di fase awal, demam menurun saat fase kritis, dan kembali tinggi saat fase penyembuhan, hingga akhirnya demam menurun kembali di masa penyembuhan.

Apakah “Siklus Pelana Kuda” berlaku untuk anak-anak dan dewasa?

Menurut Dr. dr. Leonard Nainggolan, Sp.PD-KPTI, dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, siklus pelana kuda yang terjadi saat demam berdarah merupakan siklus standar yang terjadi pada semua orang, baik anak-anak ataupun dewasa.

Saat demam menyerang, ini sebenarnya kondisi yang menggambarkan jika sistem kekebalan tubuh sedang berusaha keras melawan peradangan yang disebabkan oleh infeksi virus dengue. Bahkan dalam fase ini, demam bisa mencapai 400C.

Selain demam tinggi, penderita demam berdarah pun akan merasakan gejala lain seperti nyeri otot, mual dan muntah, sakit kepala, rasa sakit di belakang mata dan gejala lainnya. Kondisi ini umumnya terjadi selama 2-7 hari.

Setelah melewati fase demam, gejala penyerta demam berdarah masih menyerang tubuh, hanya saja suhu tubuh sudah mulai menurun. Kondisi ini merupakan gambaran jika sistem kekebalan tubuh sudah kalah, dan Anda sudah masuk dalam fase kritis.

Sebenarnya, Anda sudah disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter setelah demam 3 hari berutut-turut tanpa mengalami penurunan. Tapi jika terlambat, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Membiarkan pasien demam berdarah bisa berakibat fatal, bahkan menyebabkan kematian.

Beda Demam Berdarah Anak dan Dewasa

Meskipun secara umum siklus pelana kuda berlaku untuk anak-anak dan dewasa, tapi ada kondisi lainnya yang bisa jadi pembeda antara demem berdarah yang dialami orang dewasa dengan anak-anak, yakni saat fase demam anak-anak sangat rentan terserang dehidrasi.

Untuk menghindari kondisi ini, menambah asupan cairan dengan mengonsumsi air putih dan minuman elektrolit sangat disarankan. Selain itu, Anda pun harus memberikan asupan buah-buahan yang mengandung tinggi air, seperti melon, semangka, dan lainnya.

Jangan lupa, pastikan untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Pasalnya, gejala tambahan berupa dehidrasi ini akan menempatkan anak-anak dalam risiko tinggi.

Share to