Diabetes Basah dan Kering, Apa Maksudnya?

Minggu, 4 November 2018 Share to
Diabetes Basah dan Kering, Apa Maksudnya?

Untuk Anda yang sedang mencari informasi tentang diabetes, tentu pernah mendengar istilah diabetes basah dan diabetes kering. Meskipun keduanya sama-sama berbahaya dan berpotensi menyebabkan konflikasi, tapi diabetes basah dan diabetes kering merupakan dua kondisi yang berbeda.

Menurut dr. Wismandari Wisnu, Sp. PD-KEMD, dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik dan diabetes dari Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, istilah diabetes basah dan diabetes kering (gula basah dan gula kering) muncul karena perbedaan kondisi pada penderita diabetes tersebut.

Secara umum, berikut merupakan perbedaan kondisi antara diabetes basah dan diabetes kering berdasarkan kondisi luka yang dialami penderitanya.

Diabetes kering

Mereka yang mengalami diabetes kering, luka yang ditimbulkan disebabkan karena kerusakan pembuluh darah akibat hiperglikemia berkepanjangan, hingga menyebabkan sirkulasi darah terganggu. Kondisi inilah yang membuat luka penderita diabetes kering cenderung sulit sembuh.

Lebih parahnya lagi, sirkulasi darah yang terganggu ini akan menghambat pergerakan oksigen dan nutrisi yang harusnya sampai ke jaringan sekitar luka, dan menyebabkan jaringan kulit di sekitar luka akan mati.

Penderita diabetes kering akan cenderung memiliki tubuh yang semakin kurus karena menggunakan lemak sebagai pengganti tenaga. Kondisi ini disebabkan karena hormon insulin dalam tubuh mereka sudah tidak bisa memecah glukosa menjadi sumber tenaga.

Diabetes basah

Diabetes basah merupakan kondisi yang sedikit lebih parah, atau bisa dikatakan lanjutan dari diabetes kering, atau dalam istilah medis disebut dengan diabetes tipe 2.

Secara garis besar, kondisi penderita diabetes basah ini tidak jauh berbeda dengan penderita diabetes kering. Bedanya, pada penderita diabetes basah kadar glukosa yang berada di dalam darah jauh lebih tinggi ketimbang penderita diabetes kering.

Saat mengalami luka, kondisi penderita diabetes basah lebih parah dari penderita diabetes kering. mereka sangat mudah terpapar infeksi di bagian jaringan kulit, saraf, dan jaringan otot, yang umumnya disebabkan karena bakteri clostridium perfringens atau bacillus fusiformis.

Jika tidak ditangani dengan baik, luka yang dialami penderita diabetes basah ini akan sulit mengering (basah terus), menimbulkan aroma busuk, dan akan cenderung memburuk dari waktu ke waktu. Jika sudah sangat parah, kondisi ini biasanya berjung pada tindakan amputasi.

Melihat kedua kondisi tersebut, sangat penting bagi Anda untuk menjaga kadar gula darah tetap normal dengan cara, membatasi makanan tinggi gula, seperti teh manis, nasi putih, roti putih, junk food, dan lainnya. Selain itu, Anda pun disarankan untuk memperbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran, hindari stres dan jangan lupa untuk rutin berolahraga.

Share to