Ini yang Perlu Diperhatikan Ibu Hamil yang Mengidap Diabetes

Selasa, 15 Oktober 2019 Share to
Ini yang Perlu Diperhatikan Ibu Hamil yang Mengidap Diabetes

Bagi Anda perempuan pengidap diabetes, Anda barangkali sering mendengar pesan dari orang-orang di sekitar Anda untuk lebih berhati-hati ketika merencanakan kehamilan. Bahkan, bisa jadi ada yang meragukan apakah wanita dengan diabetes bisa hamil atau tidak, sehingga Anda jadi ikut bertanya-tanya. Nah, daripada Anda bingung, yuk temukan berbagai informasi penting tentang kehamilan bagi Anda yang menderita diabetes berikut ini!

Diabetes dan Kehamilan, Apa yang Perlu Diperhatikan?

Tentu saja wanita penderita diabetes tetap bisa hamil. Hal ini ditegaskan oleh dr. Wismandari Sp. Pd-KEMD, yang menjelaskan bahwa banyak perempuan penderita diabetes tipe 1 dan 2 dapat menjaga kondisinya sepanjang hamil agar tubuh dan janinnya selalu sehat sampai persalinan tiba. Meski demikian, tentu saja ada beberapa hal penting yang perlu Anda lakukan sebagai langkah ekstra agar program dan masa kehamilan Anda minim dan bahkan terhindar dari berbagai masalah.

Berikut ini adalah empat hal penting yang wajib Anda perhatikan dan lakukan jika Anda memiliki diabetes dan sedang merencanakan kehamilan.

  1. Pemeriksaan berkala dan teratur

Singkatnya, ibu hamil yang tidak mengidap penyakit apapun saja harus rajin melakukan pemeriksaan berkala, apalagi Anda yang memiliki diabetes. Pada dasarnya, tujuan dari pemeriksaan teratur ini adalah untuk memantau kondisi Anda dan janin dari waktu ke waktu, sehingga jika terjadi sesuatu, masalah dapat diatasi sedini mungkin.

Nah, untuk Anda yang punya diabetes, hal ini juga untuk menentukan apa saja langkah penanganan dan pengobatan yang paling tepat sesuai dengan kondisi Anda, penyakit Anda, serta janin. Bahkan, pemeriksaan harus dilakukan sejak Anda akan merencanakan kehamilan. Jika memang kadar gula darah Anda sejak awal tidak terkendali, dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan teratur, misalnya setiap dua minggu. Bergantung pada kondisinya, dokter pun bisa memberikan catatan, pemberian dosis insulin, maupun pengobatan yang dibutuhkan.

  1. Kendalikan kadar gula darah

Selain pemeriksaan, Anda pun perlu mengendalikan kadar gula darah Anda agar selalu berada di angka yang stabil. Dengan begitu, risiko terjadinya komplikasi selama kehamilan pun bisa dicegah. Kalau memang kadar gula darah Anda sebelum hamil sudah tinggi, upayakan selalu agar kondisinya tidak jadi bertambah berat.

Sebab, bagi penderita diabetes – baik yang sedang merencanakan kehamilan maupun tidak – kadar gula darah yang terkontrol baik adalah sebuah kewajiban utama. Hal ini bukan hanya berlaku untuk diabetes pre-gestastional, tapi juga untuk diabetes gestasional.

Idealnya, kadar gula darah yang perlu ditargetkan ketika kehamilan adalah 95 mg/dL gula darah saat puasa, gula darah kurang dari 140 mg/dL 1 jam setelah makan, dan gula darah kurang dari 120 mg/dL 2 jam sesudah makan. Nah, pemeriksaan kadar gula darah tersebut perlu dilakukan bahkan sejak awal proses perencanaan kehamilan. Jika diikuti dengan pemeriksaan dan kontrol gula darah secara teratur sejak awal kehamilan, Anda pun bisa memantau kadar gula darah Anda dari waktu ke waktu dengan lebih mudah, kan?

Dalam mengendalikan maupun menurunkan kadar gula darah, dokter akan menganjurkan Anda untuk melakukannya secara perlahan. Sebab, dengan begitu proses penurunannya pun perlahan akan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari, dan hasilnya relatif bisa bertahan lebih lama. Karena inilah dokter biasanya tidak akan memberikan obat yang dapat menurunkan kadar gula dengan cepat.

  1. Penerapan diet sehat dan seimbang.

Pastinya, asupan nutrisi juga merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan terkait dengan kontrol gula darah selama kehamilan Anda nanti. Di sini, asupan lemak, protein, dan karbohidrat harus seimbang dan mencukupi. Sebagai panduan, Anda bisa siapkan piring makan, dan isi setengah piring dengan sayuran, seperempat lauk seperti daging tanpa lemak maupun ikan, dan seperempat dengan karbohidrat.

Kemudian, untuk konsumsi buah-buahan, ada beberapa jenis buah yang perlu Anda hindari, seperti durian. Hal ini dikarenakan kandungan kalori di dalam durian yang sangat tinggi. Meski begitu, sebenarnya buah apa saja baik untuk dikonsumsi selama Anda cermat menghitung kalorinya.

  1. Aktivitas fisik yang cukup.

Yang juga tak kalah penting adalah menjaga tubuh tetap aktif bergerak, meskipun Anda sedang hamil. Salah satunya adalah dengan berolahraga secara rutin. Jenis olahraga yang dapat Anda lakukan juga sebenarnya sangat beragam, seperti berenang, bersepeda, dan berjalan kaki. Meski begitu, Anda bisa konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi olahraga yang cocok sesuai dengan kondisi Anda maupun usia kehamilan.

Share to