Jangan Anggap Remeh Keringat Dingin

Kamis, 19 September 2019 Share to
Jangan Anggap Remeh Keringat Dingin

Stres, panik, hingga tegang adalah sejumlah faktor psikis yang memicu seseorang berkeringat dingin. Akan tetapi, lebih dari itu, keringat dingin bisa jadi gejala penyakit tertentu, dari yang mudah sembuh hingga berbahaya. Di sisi lain, Anda perlu berhati-hati dan tak bisa menyepelekan keringat dingin yang terjadi dalam frekuensi tinggi.

Gejala dan faktor penyebab keringat dingin

Ketika seseorang berkeringat dingin, biasanya ada beberapa gejala yang mengiringi seperti perut mual, pucat, menggigil, sakit kepala, hingga tubuh yang terasa lemas. Kulit pun tak jarang ikut mendingin dan membuat tubuh semakin tak nyaman. Ada pun kondisi-kondisi yang memicu keringat dingin, antara lain:

  • Mengalami nyeri berat, misalnya akibat migrain hingga cedera;
  • Kadar gula darah rendah;
  • Menderita infeksi berat seperti malaria, pneumonia, sepsis, dan tuberkolosis;
  • Salah satu gejala kanker. Sebut saja penderita limfoma yang kerap berkeringat dingin pada malam hari dan mengalami penurunan berat badan tanpa sebab;
  • Munculnya reaksi alergi membahayakan atau anafilaksis;
  • Syok akibat penyakit akut atau cedera parah;
  • Efek samping konsumsi alkohol dan obat-obatan tertentu;
  • Produksi keringat berlebih yang disebut dengan hiperdrosis;
  • Gejala menopause pada perempuan berusia 40 tahun ke atas;
  • Kurangnya asupan oksigen yang diakibatkan pendarahan dalam, serangan jantung, kesulitan bernapas, dan tekanan darah rendah (hipotensi).

Bagaimana cara mengatasi keringat dingin?

Supaya keringat dingin yang Anda alami tak bertambah parah, sebaiknya lakukan langkah-langkah di bawah ini:

  • Turunkan suhu kamar. Tidur di ruangan sejuk akan memudahkan Anda tidur hingga meredakan keringat dingin. Atur temperatur di kamar di angka 15,5oC sampai 19,4oC, sedangkan untuk bayi sekitar 18oC sampai 21oC;
  • Jangan makan sebelum tidur. Pakar tidur Rebecca Robbins mengatakan makanan pedas bisa meningkatkan suhu tubuh sampai berkeringat. Jadi alangkah baiknya Anda tidak makan malam dua jam sebelum tidur;
  • Mengelola stres. Seperti yang telah disinggung, stres jadi salah satu pemicu seseorang berkeringat dingin. Jika faktor ini penyebabnya, sebisa mungkin kelola stres dan kecemasan untuk menghindari keringat dingin berlebih;
  • Konsumsi vitamin B12. Berkeringat dingin kerap dihubungkan dengan kurangnya asupan vitamin B12. Untuk mencukupinya, konsumsi sumber vitamin B12 seperti daging sapi, telur, serta yoghurt agar Anda bisa nyenyak tidur tanpa berkeringat dingin;
  • Kurangi kafein dan alkohol. Alkohol memicu pelebaran pada pembuluh darah yang membuat kulit lebih hangat dan menyebabkan pelepasan keringat. Lantas kafein akan meningkatkan produksi keringat oleh sistem saraf simpatik;

Terapkan gaya hidup dan pola makan sehat. Anda pasti sering mendengar saran ini, tetapi pada kenyataannya mempraktikan gaya hidup dan pola makan sehat akan membuat tubuh tak rentan menderita penyakit tertentu dengan keringat dingin sebagai salah satu gejala utamanya.

Share to