Jantung Berdebar Padahal Nggak Melakukan Aktivitas Fisik, Tanda Apa?

Selasa, 10 Desember 2019 Share to
Jantung Berdebar Padahal Nggak Melakukan Aktivitas Fisik, Tanda Apa?

Mendapati jantung berdebar setelah berolahraga atau terkejut bukanlah hal aneh, atau malah tergolong normal. Kondisi yang dikenal dengan istilah palpitasi ini tak berbahaya dalam sejumlah kasus. Namun, saat palpitasi terjadi saat Anda tak melakukan aktivitas atau malah disertai gelaja tertentu, ada baiknya Anda menyepelekan hal tersebut.

Mengapa jantung mendadak berdebar?

Detak jantung normal pada orang dewasa berkisar antara 50 hingga 100 bpm (beats per minute), tetapi bisa berbeda tergantung usia serta kondisi kesehatannya. Ketika tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen, misalnya untuk olahraga, jantung bakal memompa darah lebih cepat sehingga menimbulkan debaran tak teratur.

Bagaimana dengan jantung berdebar tanpa penyebab atau alasan? Beberapa orang cemas saat merasakan debaran tiba-tiba hingga mencapai area leher atau tenggorokan. Anda tak perlu panik apabila palpitasi tak disertai gejala lain. Akan tetapi, kalau Anda merasakan pusing dan dada sesak, waspadalah, karena bisa jadi ada gangguan pada jantung.

Adapun beberapa faktor yang menyebabkan jantung berdebar, antara lain:

  1. Gaya hidup. Kebiasaan seperti konsumsi kafein berlebih, merokok, kurang tidur, hingga menggunakan obat tertentu adalah beberapa hal yang kerap memicu palpitasi, bahkan saat Anda sedang beristirahat;
  2. Faktor psikologis. Perubahan suasana hati atau gangguan mental tertentu menjadi salah satu faktor yang bakal membuat jantung berdebar. Ketakutan, cemas, gelisah, stres, hingga panic attack (serangan panik) adalah beberapa di antaranya;
  3. Konsumsi obat. Kebanyakan obat mengundang efek samping yang harus Anda perhatikan, tak terkecuali palpitasi. Beberapa jenis obat yang kerap memicu jantung berdebar mencakup obat asma, obat hipertensi, antibiotik, hingga antidepresan;
  4. Aritmia. Gangguan irama jantung atau aritmia termasuk pemicu utama yang bakal membuat Anda merasakan detakan jantung sangat kencang. Fibrilasi atrium, takikardia ventrikular, dan takikardua supraventrikular adalah jenis aritmia yang patut diwaspadai;
  5. Penyakit jantung. Penyakit jantung bawaan, gagal jantung, kardiomiopati, dan penyakit katup jantung adalah segelintir penyakit yang yang menyebabkan palpitasi. Dalam situasi ini, Anda diwajibkan melakukan pemeriksaan dan perawatan medis.

Kondisi medis atau penyakit tertentu seperti demam, dehidrasi, anemia, hipoglikemia, hipertiroidisme, dan hipertensi ortostatik termasuk faktor pemicu jantung berdebar.

Bagaimana cara diagnosis jantung berdebar?

Self-diagnose cenderung berbahaya, sebab Anda yang bukan dokter tak punya kapasitas untuk mengambil pengobatan yang tepat. Oleh karena itu, Anda dianjurkan mendatangi dokter spesialis jantung yang akan membantu Anda menemukan penyebab hingga penanganan yang tepat.

Umumnya dokter akan menanyakan beberapa hal sebelum melakukan pemeriksaan fisik. Jika diperlukan, dokter juga bakal melaksanakan pemeriksaan lanjutan yang meliputi tes darah, tes urine, USG jantung, elektrokardiogafi, hingga foto rontgen dada.

Semoga informasi ini membantu Anda mengambil tindakan tepat!

Share to