Kerontokan Rambut Menjadi Salah Satu Ciri Diabetes

Rabu, 16 Oktober 2019 Share to
Kerontokan Rambut Menjadi Salah Satu Ciri Diabetes

Meskipun diabetes adalah penyakit yang wajib diwaspadai, sayangnya banyak penderitanya yang tidak sadar kalau mereka sebenarnya sudah memiliki beberapa gejalanya. Sebab, penyakit ini memang biasanya baru disadari keberadaannya begitu gejala tertentu muncul lantaran kadar gula darah sudah terlanjut melonjak tinggi. Kalau tidak, tanda-tanda yang dialami cenderung sepele dan seolah tidak berkaitan dengan diabetes sama sekali.

Salah satunya adalah kerontokan rambut, yang tidak terlihat mencurigakan sama sekali. Bahkan, Anda barangkali juga sama sekali tidak melihat adanya hubungan antara diabetes dengan rambut rontok. Padahal, masalah rambut rontok juga bisa disebabkan oleh kadar gula darah yang tidak terkontrol, lho! Kok bisa, ya?

Kerontokan Rambut dan Diabetes

Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, diabetes adalah penyakit karena tubuh sudah tidak lagi mampu memproduksi insulin, atau insulin yang dihasilkan tidak berfungsi dengan baik. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa merusak organ tubuh lainnya. Lantas, bagaimana bisa diabetes menyebabkan kerontokan rambut, ya?

  1. Aliran darah yang tersumbat.

Idealnya, pertumbuhan rambut terjadi melalui tiga fase. Dalam fase [ertumbuhan aktif, rabut akan tumbuh terus selama 2 tahun atau lebih sebelum akhirnya memasuki fase istirahat. Nah, rambut yang sudah masuk fase istirahat ini akan rontok, sebelum akhirnya digantikan oleh rambut baru. Siklus ini juga didukung oleh pasokan darah yang mengandung oksigen dari jantung ke kulit kepala.

Akan tetapi, lain halnya bagi penderita diabetes. Kalau gula darah tidak terkontrol, kondisi ini bisa memengaruhi pembuluh darah, bahkan merusaknya. Ketika pembuluh darah rusak, darah pun tidak bisa mengalir dengan lancar ke seluruh tubuh, termasuk aliran darah menuju folikel rambut. Karena foliker tidak mendapatkan gizi dan oksigen yang cukup dari darah, rambut pun lama-kelamaan bisa rontok.

Oh iya, kerontokan rambut karena diabetes bukan hanya terjadi untuk rambut kepala saja, ya! Tapi juga rambut di bagian lain seperti tangan dan kaki.

  1. Fungsi sistem endokrin terganggu.

Alasan lain mengapa diabetes bisa sebabkan kerontokan rambut adalah terganggunya sistem endokrin. Sistem ini terdiri atas berbagai hormon yang fungsinya mampu mengendalikan berbagai jaringan di dalam tubuh, dan salah satunya adalah androgen yang menjaga kesehatan folikel rambut dan mengatur pertumbuhannya.

Ketika kadar gula darah di dalam tubuh tidak terkendali, sistem endokrin pun jadi terganggu. Akibatnya, folikel rambut jadi tidak aktif dan rambut jadi gampang rontok. Agar folikel rambut bisa kembali aktif dan rambut kembali tumbuh dengan normal, cek kadar gula Anda dan kendalikan mulai dari sekara, ya!

  1. Penyakit autoimon.

Hubungan antara diabetes dengan kerontokan rambut juga dipengaruhi sifat penyakit itu sendiri, terutama untuk diabetes tipe 1. Sebab, diabetes tipe 1 merupakan penyakit autoimun, yang terjadi jika sistem kekebalan tubuh malah menyerang jaringan sehat. Nah, dalam kondisi ini, sistem kekebalan tubuh dapat menyerang bagian pankreas yang menghasilkan insulin, sehinggu tubuh tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup.

Salah satu dampak yang dihasilkan dair kondisi ini adalah serangan pada folikel rambut, sehingga terjadi kerontokan pada rambut kepala maupun bagian lain.

Faktor Penyebab Kerontokan Rambut Lainnya

Kerontokan rambut yang dialami karena diabetes bisa jadi juga merupakan efek samping karena pengobatan atau ketika Anda merasakan gejalanya, seperti stres. Atau, bisa jadi masalah ini timbul sebagai efek samping dari obat-obatan diabetes yang Anda konsumsi. Selain itu, beberapa penderita diabetes juga ada yang mengidap penyakit tiroid, yang juga dapat menyebabkan kerontokan rambut.

Share to