Kurang Aktivitas Bisa Menjadi Pencetus Hipertensi Pada Anak

Jumat, 11 Oktober 2019 Share to
Kurang Aktivitas Bisa Menjadi Pencetus Hipertensi Pada Anak

Kemajuan teknologi mau tak mau harus diakui perannya dalam mempermudah aktivitas Anda saat ini. Akan tetapi, hal tersebut ternyata juga berkontribusi dalam peningkatan gaya hidup sedentari alias gaya hidup pasif yang ditandai dengan kurangnya aktivitas atau gerak tubuh. Sebab, Anda maupun orang-orang di sekitar jadi menghabiskan lebih banyak waktu berdiam diri memandangi layar laptop, tablet, atau smartphone untuk menonton video, bermain game, mengetik, atau berkirim pesan – istilah ini disebut sebagai screen time. Nah, masalah ini juga ditemukan di usia anak-anak, lho!

Coba Anda tengok di sekitar, berapa usia anak-anak termuda yang sudah diberi hiburan lewat berbagai gadget seperti yang sudah disebutkan di atas? Bahkan, Anda mungkin sudah beranggapan bahwa anak berusia 1 atau 2 tahun bermain smartphone adalah hal yang lumrah. Padahal, dalam jangka panjang, hal ini bisa berpengaruh pada kesehatan anak.

Penelitian telah menunjukkan kalau gaya hidup sedentari berkaitan dengan peningkatan tekanan darah, bahkan pada anak-anak sekalipun – setiap penambahan satu jam screen time dihubungkan dengan peningkatan tekanan darah sistolik. Hal ini dikarenakan makin banyak waktu yang dihabiskan untuk screen time, makin sedikit waktu yang digunakan untuk melakukan aktivitas fisik. Padahal, semakin bertambah usia anak, aktivitas screen time juga cenderung meningkat, yang membuat risiko peningkatan tekanan darah makin besar. Hal ini berarti Anda sebagai bagian dari keluarga juga perlu menyadari bahwa tindak pencegahan hipertensi pada anak sejak dini sangat penting.

Belum lagi, data menunjukkan bahwa kira-kira ada 2 sampai 5 persen anak-anak berusia di bawah 18 tahun yang memenuhi kriteria atau diagnosis hipertensi. Padahal, anak-anak dengan hipertensi juga punya risiko lebih besar menderita penyakit yang sama begitu mereka memasuki usia dewasa. Ditambah lagi, masih ada risiko masalah kesehatan serius lainnya yang berkaitan dengan penyakit tekanan darah tinggi, seperti stroke, kerusakan organ penglihatan, penyakit ginjal, dan penyakit pada arteri koroner.

Memang benar bahwa perkembangan teknologi juga mempermudah anak-anak dalam mengakses materi edukatif yang bermanfaat dan dibutuhkan dalam tugas sekolah. Hanya saja, tentu Anda perlu membatasi durasi penggunaannya, misal dengan menentukan berapa lama anak bisa menggunakan smartphone atau gadget lainnya.

Selain itu, Anda juga perlu memberikan contoh agar anak juga lebih termotivasi untuk bergerak aktif. Misalnya, ajak ia bermain di luar rumah di akhir pekan atau berjalan kaki bersama di pagi hari, sehingga anak pun terbiasa untuk tidak selalu mengandalkan gadget sebagai sumber hiburan.

Share to