Kurang Zat Besi Bisa Memicu Darah Tinggi, Perhatikan Hal-hal Berikut

Selasa, 4 Februari 2020 Share to
Kurang Zat Besi Bisa Memicu Darah Tinggi, Perhatikan Hal-hal Berikut

Anda pasti sudah banyak yang tahu bahwa penyakit jantung (penyakit kardiovaskular) termasuk salah satu penyebab kematian utama di dunia. Tidak hanya karena menjalani pola hidup yang kurang sehat, risiko penyakit jantung yang biasanya diawali dengan tekanan darah tinggi ini bisa meningkatkan saat tubuh kita kekurangan zat besi di dalam tubuh.

Zat Besi Penting untuk Jantung

Risiko terkena penyakit yang meningkat karena tubuh kekurangan zat besi ini sudah dibuktikan dalam sebuah penelitian yang berasal dari Imperial College London dan University College London, Inggris. Dalam penelitian tersebut, peneliti mengungkapkan bahwa mereka yang mengalami kekurangan zat besi berisiko lebih besar untuk alami berbagai penyakit jantung, dan salah satunya adalah penyakit jantung koroner.

Penyakit jantung koroner bisa terjadi saat terdapat penumpukan plak pada arteri koroner yang mengakibatkan arteri koroner jadi mengecil (menyempit). Hal ini menyebabkan aliran darah tidak bisa mencapai jantung dengan baik. Penyakit jantung koroner ini bisa menyebabkan rasa nyeri pada dada (angina) dan pada kasus yang parah bisa menyebabkan serangan jantung.

Bagaimana kekurangan zat besi bisa menimbulkan penyakit jantung?

Sebuah info yang dilansir dari laman situs hellosehat, seorang ahli kardiologi dan dosen kedokteran di University of California, Ezra A. Amsterdam, MD, mengungkapkan bahwa pada kasus anemia berat (yang salah satu penyebab utamanya adalah kekurangan zat besi), jantung cenderung akan memompa (berdetak) lebih cepat.

Seiring waktu, kondisi tersebut berisiko menyebabkan jantung membesar dan akhirnya terjadilah gagal jantung. Gagal jantung merupakan kondisi di mana jantung tidak bisa lagi memompa cukup darah dengan baik. Gejala gagal jantung bisa termasuk penumpukan cairan, sesak napas, dan tekanan darah rendah.

Pendapat ini sejalan dengan sebuah informasi yang dilansir dari laman situs DetikHealth. Seorang ahli kesehatan dari Divisi Ginjal-Hipertensi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSCM, dr, Dharmeizar, SpPD-KGH, mengungkapkan bahwa kekurangan zat besi memang bisa mengganggu kerja jantung.

Sebagai informasi, zat besi merupakan komponen penting dari hemoglobin di dalam tubuh. Ketika tubuh mengalami kekurangan zat besi, kadar hemoglobin di dalam tubuh rendah. Hal ini tidak baik karena hemoglobin adalah bagian sel darah merah yang tugasnya membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Zat besi akan memberikan hemoglobin tenaga untuk mengikat oksigen dalam darah sehingga oksigen bisa sampai ke sel-sel tubuh. Tanpa zat besi, tubuh tidak mampu membuat hemoglobin dan memproduksi sel darah merah yang cukup. Kondisi ini bisa menyebabkan sel-sel di dalam tubuh tidakĀ  mendapatkan pasokan oksigen yang cukup.

Akibatnya, jantung kita akan bekerja lebih keras untuk mencukupi oksigen. Nah, kalau kondisi ini terus terjadi dalam waktu lama, jantung akan rusak dan secara otomatis akan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Semoga informasi ini bermanfaat dan ingat untuk selalu menjaga kadar zat besi di dalam tubuh agar terhindar dari risiko terkena darah tinggi yang akhirnya bisa berujung pada penyakit jantung. Untuk informasi lebih jelas tentang hal ini, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan ahli medis.

Share to