Perut Buncit Menjadi Salah Satu Penanda Gangguan Kesehatan, Benarkah?

Kamis, 10 Oktober 2019 Share to
Perut Buncit Menjadi Salah Satu Penanda Gangguan Kesehatan, Benarkah?

Tak hanya menurunkan kepercayaan diri, perut buncit juga bikin banyak orang resah. Pasalnya, faktor yang menyebabkan kondisi tersebut tak hanya datang dari penumpukan lemak. Sejumlah penyakit pun dapat memicu bertambahnya lemak di bagian perut.

Seorang pria dinyatakan mengidap perut buncit atau obesitas perut saat lingkar pinggangnya mencapai 90 cm ke atas, sementara perempuan di atas 80 cm. Lantas, kalau perut buncit yang Anda alami datang dari penyakit, kira-kira penyakit apa saja yang berpotensi menyebabkannya?

  • Busung lapar

Mengenali busung lapar adat kwashiorkor sangat mudah, yakni dari bentuk perut membuncit, tetapi bagian tubuh lain kurus kerontang. Kondisi tersebut menandakan adanya masalah dengan organ atau sistem cerna seseorang. Selain itu, busung lapar tak hanya dialami bayi dan anak-anak yang menetap di Afrika, melainkan juga di negara lain seperti Indonesia. Kurangnya asupan gizi dan lingkungan yang tak sehat adalah salah dua faktor yang kerap memicu busung lapar.

  • Gangguan lever/hati

Gangguan yang menyerang hati atau lever seperti hepatitis dan sirosis hati adalah faktor lain yang dapat memicu perut buncit. Hal ini disebabkan peran hati sebagai alat ekskresi (pembuangan sisa metabolisme dan zat nirfaedah lain) terganggu. Hati yang seharusnya mengeluarkan zat-zat tak berguna malah menumpuknya, sampai membuat Anda mengalami obesitas perut. Pada tahap yang lebih parah, Anda berisiko mengalami komplikasi.

  • Gagal ginjal

Seperti halnya hati, ginjal termasuk organ tubuh yang salah satu tugasnya adalah membuang sisa-sisa metabolisme lewat urin. Maka saat terganggu, tubuh Anda pun akan menunjukkan sejumlah perubahan, salah satunya adalah perut yang membuncit. Sayangnya tak banyak orang yang menyadari hal tersebut dan membiarkannya. Jika diabaikan tanpa penanganan, ginjal akan mengalami masalah yang lebih parah seperti batu ginjal hingga infeksi.

  • Diabetes

Seseorang yang mengidap diabetes mengalami penumpukan gula berlebih dalam tubuhnya. Dalam jangka panjang, tumpukan gula tersebut akan berubah jadi lemak, lalu disimpan ke beberapa bagian tubuh, termasuk di antaranya perut. Gangguan lain seperti insulin yang tak sensitif jelas makin memperburuk kondisinya. Maka dari itu pengidap diabetes sering kali dianjurkan menurunkan berat badan agar lemak tadi diolah jadi energi dan insulin dapat bekerja kembali.

  • Kanker stadium akhir

Jenis kanker apa pun, bila sudah ditandai perut membuncit, dapat dipastikan sudah berada pada stadium akhir. Mengapa? Pasalnya kanker telah menyebar hingga ke rongga perut dan memperkecil harapan hidup pasien. Selain itu penyebaran sel-sel kanker ke hati dn ginjal akan memperparah penumpukan cairan dalam perut. Sebenarnya, cairan tadi bisa disedot, tetapi akan kembali muncul mengingat kanker telah memasuki rongga perut.

Nah, mudah-mudahan Anda lebih berhati-hati terhadap perut buncit!

Share to