Telinga Berdenging dan Sering Bingung Gejala Hipertensi

Kamis, 12 Desember 2019 Share to
Telinga Berdenging dan Sering Bingung Gejala Hipertensi

Meski telah dikategorikan sebagai gangguan serius, hipertensi atau tekanan darah tinggi rupanya masih kurang diwaspadai sebagian besar orang. Selain itu, kebanyakan gejala yang menyertai hipertensi dianggap sebagai keluhan ringan, sehingga penderitanya tak melakukan pemeriksaan berlanjut. Akibatnya, mereka baru mengetahui dirinya mengidap tekanan darah tinggi saat sudah kronis atau mengalami komplikasi.

Salah dua tanda yang mungkin tak Anda duga sebagai gejala hipertensi adalah telinga berdenging dan sering kebingungan. Lantas bagaimana keduanya berkaitan dengan tensi darah?

Hubungan telinga berdenging dengan hipertensi

Seseorang yang mengalami telinga berdenging umumnya mendengar deringan atau bunyi khayalan lainnya di telinga kanan, kiri, maupun keduanya. Anda yang pernah merasakannya pasti sulit tidur atau beristirahat karena intensitasnya yang semakin tinggi saat berada di ruang sepi. Sebagian besar kasus telinga berdenging memang akan hilang sendiri walau durasinya berbeda pada setiap orang.

Nah, hipertensi disebut-sebut sebagai salah satu pemicu telinga berdenging. Hal ini disebabkan adanya penyempitan akibat tumpukan kolesterol, peningkatan kolesterol jahat (LDL), hingga faktor usia. Kemudian, berkurangnya elastisitas pembuluh darah utama di sekitar telinga menjadi pemicu lainnya yang menimbulkan denging.

Jarang membersihkan telinga, sering mendengarkan lagu dalam volume tinggi, dan iritasi pada gendang telinga adalah penyebab-penyebab lain dari keluhan tersebut. Untuk mendapatkan hasil diagnosis akurat, Anda disarankan berkonsultasi ke dokter THT.

Apa hubungan antara hipertensi dengan kebingungan?

Selain menunjukkan gejala fisik, hipertensi berpengaruh pula pada kondisi mental Anda. Dalam hal ini stres kerap dihubungkan dengan tekanan darah tinggi. Pasalnya, saat Anda stres, otak melepaskan hormon seperti kortisol, adrenalin, dan norepinefrin yang berkontribusi pada peningkatan denyut jantung. Pelebaran pembuluh darah pun akan membuat tensi darah Anda melonjak hingga 30-40% walau berlangsung sementara.

Di sisi lain, sebagian besar orang yang membiarkan stres berkepanjangan tak sadar kalau tekanan darahnya terancam naik. Padahal, kondisi tersebut bakal mengantarkan Anda pada berbagai gangguan medis lain seperti brain fog. Brain fog membuat Anda sulit berkonsuntrasi, kebingungan, mudah terdistraksi, hingga gampang lupa.

Hal inilah yang membuat kebingungan dikaitkan dengan hipertensi. Jika akhir-akhir ini Anda sering lupa menaruh sesuatu atau harus membaca artikel berulang kali demi memahami isinya, bisa jadi ada yang tak beres dengan kondisi kesehatan Anda. Seperti telinga berdenging, stres harus segera Anda tangani sebelum bertambah parah.

Dari pemaparan di atas, Anda dapat simpulkan bahwa gejala maupun penyebab hipertensi dekat dengan kebiasaan sehari-hari. Untuk mencegah kenaikan tekanan darah atau menghambat risikonya, ubah pola makan atau gaya hidup Anda ke arah yang lebih sehat. Pemeriksaan tensi darah secara berkala pun bakal membantu Anda mengetahui kondisi kesehatan yang sesungguhnya.

Share to