Diabetes Gestasional, Berikut Penjelasannya

Selasa, 6 November 2018 Share to
Diabetes Gestasional, Berikut Penjelasannya

Diabetes gestasional merupakan penyakit diabetes yang khusus terjadi selama masa kehamilan. Biasanya, masalah ini akan berkahir setelah proses melahirkan. Menurut penelitian, penyakit ini menyerang 9.2 persen wanita hamil, dan umumnya terjadi sejak usia kehamilan 24-28 Minggu.

Sama seperti penyakit diabetes lainnya, diabetes gestasional ditandai dengan lonjakan gula darah dan produksi insulin yang cukup rendah. Mengenai penyebabnya, beberapa pakar sepakat jika diabetes gestasional terjadi akibat perubahan hormon selama masa kehamilan.

Dalam penjelasannya, dr Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), dokter kandungan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, selama masa kehamilan plasenta akan memproduksi hormon tambahan, seperti HPL (human placental lactogen), hormon estrogen, dan hormon yang meningkatkan resistensi insulin.

Seiring bertambahnya usia kehamilan, hormon-hormon tersebut akan terus meningkat dan mempengaruhi kinerja tubuh dalam memproduksi insulin. Makin tinggi pengaruh hormon terhadap insulin, maka kadar gula darah pun akan meningkat, hingga akhirnya menyebabkan diabetes gestasional.

Siapa saja yang berisiko terkena diabetes gestasional?

Mereka yang memiliki berat badan berlebih sebelum dan saat kehamilan terjadi, merupakan kelompok yang paling rawan terkena diabetes gestasional. Selain itu, berikut merupakan kelompok wanita yang berpeluang besar menderita diabetes gestasional selama masa kehamilan.

  1. Wanita yang hamil di usia 25 tahun ke atas.
  2. Wanita yang memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi.
  3. Memiliki keluarga dengan sejarah diabetes.
  4. Pernah melahirkan bayi di atas 4.5 kg
  5. Pernah menderita diabetes gestasional sebelumnya, dan pernah mengalami keguguran.

Apakah diabetes gestasional bisa dicegah?

Sama seperti penyakit diabetes lainnya, diabetes gestasional bisa dicegah dengan menjalankan program kehamilan. Anda disarankan untuk mengecek berat badan dan kadar gula dalam tubuh sebelum menjalani program kehamilan.

Selain itu, dr. Aryando Pradana, Sp.OG., dokter kandungan dari RS Bunda Jakarta, menyarankan agar Anda menjalankan gaya hidup sehat, seperti konsumsi makanan dengan gizi seimbang, jauhi stres, konsumsi air putih dalam jumlah yang cukup, dan rutin berolahraga.

Untuk mempertahankan dan meningkatkan kardio-respirasi kebugaran, Anda disarankan untuk memilih olahraga seperti jalan kaki, jogging, berenang dan bersepeda statis. Tidak perlu lama, Anda hanya perlu berolahraga selama 20-30 menit per hari.  Selamat mencoba!

Share to