Mengenal Imunoterapi sebagai Pengobatan Kanker

Selasa, 13 Oktober 2020 Share to
Mengenal Imunoterapi sebagai Pengobatan Kanker

Melihat resiko kanker yang sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kematian membuat para ahli kesehatan berusaha keras mengembangkan pengobatan untuk penyakit ini. Salah satu metode pengobatan kanker yang sudah berhasil dikembangkan adalah imunoterapi.

Apa itu imunoterapi? 

Imunoterapi (immune checkpoint inhibitors) merupakan pengobatan dengan cara meningkatkan imun tubuh pasien. Pengobatan ini dibuat agar tidak terjadi interaksi antara sel T milik sistem imun dan tumor. Melalui imunoterapi, interaksi itu bisa dicegah sehingga sel T bisa mendeteksi sel-sel kanker dan membasminya. 

Imunoterapi ini tidak sama dengan kemoterapi karena dalam kemoterapi obat-obat yang masuk ke dalam tubuh berfungsi untuk menghentikan pertumbuhan sel, baik sel kanker maupun sel sehat lainnya.

 

Penerapan Imunoterapi di Indonesia

Di negara kita, pengobatan imunoterapi ini cuma dapat diterapkan pada pasien kanker paru stadium lanjut (stadium IV) saja. Dilansir dari laman situs detikHealth, dokter spesialis kanker paru dan ahli imunoterapi, dr. Sita Laksmi PhD, SpP(K), mengungkapkan bahwa imunoterapi bisa diterapkan sebagai terapi lini kedua jika pada pengobatan lini pertama dinyatakan gagal.

dr Sita menjelaskan bahwa imunoterapi bisa membuat waktu bertahan hidup pasien lebih lama dibanding dengan kemoterapi. Jika dengan kemoterapi, waktu bertahan hidup pasien 8 bulan, sedangkan dengan imunoterapi bisa 10-12 bulan. 

Imunoterapi memang memiliki efek samping (bisa menyebabkan autoimun atau radang paru), tetapi menurut dr Sita hal tersebut jarang terjadi karena sebelum melakukan imunoterapi, dokter biasanya akan melakukan prediksi terhadap risiko apa yang akan terjadi pada pasien.

Semoga informasi ini bermanfaat dan jika Anda ingin tahu lebih lanjut mengenai imunoterapi bisa berkonsultasi langsung dengan ahli medis.

 

Referensi: https://health.detik.com/true-story/d-3533761/mengenal-imunoterapi-pengobatan-mutakhir-untuk-kanker-stadium-lanjut

Share to