Benarkah Buka Puasa Harus dengan Makanan Manis?

Minggu, 24 Mei 2020 Share to
Benarkah Buka Puasa Harus dengan Makanan Manis?

Makanan dan minuman manis seringkali dijadikan menu wajib untuk berbuka puasa di bulan Ramadhan. Nikmat memang menyantap hidangan yang manis saat berbuka. Namun, apakah menu berbuka puasa harus selalu makanan dan minuman yang serba manis? Berikut penjelasannya.

Dari terakhir kali kita makan, yaitu saat santap sahur, simpanan gula darah akan terus mengalami penurunan selama kita berpuasa karena tubuh tidak mendapat asupan makanan lain.  Gula darah merupakan sumber energi utama tubuh. Itulah kenapa tubuh akan mudah merasa lemas dan mengantuk selama kita menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Nah, untuk menggantikan energi yang hilang itulah, tubuh kita membutuhkan menu berbuka puasa yang tepat, yaitu sajian yang manis. Kandungan gula yang terkandung dalam sajian manis tersebut bisa membantu meningkatkan kadar gula darah yang turun setelah berpuasa.

Tapi sayangnya, tidak sedikit dari hidangan berbuka yang manis tidak punya kandungan gizi yang cukup untuk bisa menggantikan nutrisi yang hilang selama kita berpuasa. 

Sajian berbuka tersebut mungkin malah bisa menurunkan gula darah dengan sangat drastis setelah makan. Akibatnya, tubuh malah terasa lemas dan mengantuk setelah buka puasa.

Dilansir dari British Nutrition Foundation, sebaiknya kita tidak mengkonsumsi banyak makanan atau minuman manis dengan gula tambahan. Tidak hanya bisa menyebabkan gula darah merosot drastis, asupan kalori dan gula yang terlalu banyak justru bisa menyebabkan berat badan naik walaupun sedang berpuasa.

Lebih baik pilih makanan manis alami yang juga mengandung serat dan bernutrisi tinggi untuk sajian berbuka puasa, seperti kurma, jus buah atau buah segar. Makanan manis alami ini mengandung serat yang bisa membantu mengontrol gula darah agar tidak melonjak tinggi.

Share to