Fakta Seputar Flu Babi G4 yang Wajib Diketahui

Selasa, 28 Juli 2020 Share to
Fakta Seputar Flu Babi G4 yang Wajib Diketahui

Belum lama ini virus flu baru diidentifikasi oleh sejumlah ilmuwan di China. Virus tersebut menjadi berita yang cukup menghebohkan karena konon disebut memiliki potensi menjadi pandemi. Oleh para ilmuwan, virus tersebut diberi nama G4 EA H1N1 (disingkat G4).  Virus ini diketahui dibawa oleh binatang babi sehingga sering disebut dengan nama flu babi dan virus ini bisa menjangkiti manusia. 

Dilansir dari laman situs kompas.com, para peneliti mengungkapkan, virus G4 punya semua tanda untuk menular ke manusia sehingga perlu pengawasan ketat supaya tidak memicu pandemi berikutnya setelah pandemi virus corona yang bahkan sampai saat belum selesai di banyak negara dunia. 

Berikut adalah beberapa fakta terkait virus G4 yang diketahui oleh para ahli sejauh ini, dilansir dari laman situs kompas.com.

  1. Sudah diteliti selama 8 tahun 

Para ahli gabungan dari beberapa universitas di China dan Chineses Center for Disease Control and Prevention (CDC China) mulai melakukan penelitian virus ini sejak tahun 2011. Sampai tahun 2018, para peneliti mengambil 30.000 sampel swab hidung dari tempat penjagalan babi yang tersebar di 10 provinsi China. Dari sampel tersebut, mereka menemukan 179 jenis flu babi. Kebanyakan jenis virus tersebut menyebar di peternakan babi sejak tahun 2016. 

Para peneliti kemudian melakukan eksperimen terhadap ferret (hewan sejenis musang). Hewan ini memang sering digunakan dalam eksperimen virus flu karena menimbulkan gejala yang cukup sama dengan manusia. Terutama demam, batuk, dan bersin. Dari eksperimen itu ditemukan bahwa tingkat infeksi virus G4 sangat tinggi.

  1. Tumbuh dan berkembang di saluran pernapasan 

Virus G4 mampu tumbuh dan berkembang pada sel-sel yang ada di dalam saluran pernapasan manusia. Para peneliti sudah menemukan bukti penularan pada manusia yang bekerja di industri peternakan babi di China. Ketika menyerang sel manusia, virus G4 menimbulkan gejala yang lebih serius dibandingkan jenis virus flu lainnya. 

Yang mengkhawatirkan, tes antibodi juga membuktikan, imun yang terbentuk dari virus flu biasa (musiman) tidak mampu melawan G4. Saat ahli melakukan tes antibodi terhadap populasi yang kontak dekat dengan virus, hasilnya mencengangkan. Sebanyak 10,4 persen pekerja di penjagala dan peternakan babi terinfeksi virus G4. Tes yang sama memprediksi, sekitar 4,4 persen populasi di China terinfeksi G4. 

  1. Penularan antar manusia sejauh ini belum ada bukti 

Manusia yang terinfeksi virus G4 semuanya melakukan kontak langsung dengan hewan ternak. Jadi belum ada bukti penularan antar manusia. Namun, kalau virus G4 terus bermutasi sampai bisa menular antar manusia, hal itu bisa meningkatkan resiko pandemi. 

Dalam penelitian memakai ferret (sejenis musang), ketika ferret yang terinfeksi G4 berdekatan dengan ferret sehat, ferret sehat bisa langsung terinfeksi. Ini artinya, virus G4 bisa menular lewat kontak langsung. 

  1. Vaksin flu tak mempan 

Vaksin flu yang tersedia saat ini ternyata tidak bisa melindungi manusia dari virus tersebut karena virus G4 cukup berbeda dengan jenis virus yang biasa. Tapi walau belum ada vaksin yang bisa dipakai untuk virus G4, para peneliti optimis mampu mengembangkan vaksin yang tepat untuk memerangi G4 dan prosesnya diprediksi tidak sesulit proses menemukan vaksin Covid-19.

 

Semoga vaksin virus G4 segera ditemukan sehingga kita tidak perlu khawatir penyakit ini bisa menjadi pandemi seperti virus corona.

Share to