Konsumsi Gula Berlebih Picu Anak Hiperaktif, Mitos atau Fakta?

Jumat, 1 Mei 2020 Share to
Konsumsi Gula Berlebih Picu Anak Hiperaktif, Mitos atau Fakta?

Mayoritas anak menyukai makanan manis, sehingga banyak orang tua yang memperbolehkan anaknya mengkonsumsi makanan manis. Tapi, konsumsi gula berlebih sering dikatakan bisa membuat anak menjadi hiperaktif. Benarkah anggapan ini atau hanya mitos belaka?

Menurut sebuah artikel di laman situs alodokter.com yang sudah ditinjau oleh dr. Merry Dame Cristy Pane, sampai saat ini belum ada bukti hubungan pasti antara konsumsi gula terhadap kemunculan sifat hiperaktif pada anak.

Tapi ingat, meski hubungan konsumsi gula dengan hiperaktif pada anak sampai saat ini belum terbukti benar, bukan berarti kita sebagai orangtua mengizinkan anak untuk mengkonsumsi makanan atau minuman tinggi gula terlalu banyak. Ini penting diperhatikan karena bahaya makanan manis lainnya tetap mengintai kesehatan anak.

Berikut adalah sejumlah alasan kenapa kita sebaiknya tetap membatasi pemberian makanan dan sajian tinggi gula pada anak.

  1. Gizi anak tidak tercukupi. Sajian tinggi gula biasanya minim nutrisi, termasuk vitamin dan mineral dan hal ini bisa membuat gizi anak tidak terpenuhi.
  2. Meningkatnya risiko kegemukan (obesitas).
  3. Rentan mengalami kerusakan gigi, seperti gigi berlubang.

Selanjutnya, kita juga tetap harus waspada jika anak terlihat sangat aktif, cenderung impulsif dan sulit mengendalikan emosi. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan saran penanganan atau pemeriksaan lanjutan yang sesuai dengan kondisi sang buah hati.

Semoga informasinya bermanfaat!

Share to