Mitos atau Fakta, Kerontokan Rambut Bisa Jadi Indikator Kesehatan

Senin, 2 Desember 2019 Share to
Mitos atau Fakta, Kerontokan Rambut Bisa Jadi Indikator Kesehatan

Bagi pria maupun wanita, kerontokan rambut adalah sebuah masalah yang pasti sangat mengganggu, termasuk untuk Anda. Perasaan tersebut terasa makin menjadi terlebih jika Anda baru menyadari masalah tersebut hanya setelah Anda melihat ada banyaknya rambut yang menggumpal di tangan, lantai kamar mandi, maupun bantal.

Sebenarnya, kerontokan rambut disebabkan oleh faktor apa saja, ya? Rupanya, ada beberapa hal penting yang perlu Anda waspadai jika Anda mengalami kerontokan rambut, lho. Pasalnya, kondisi ini ternyata bisa jadi merupakan gejala masalah kesehatan tertentu. Apa saja, ya? Simak penjelasannya berikut ini!

Penyebab Kerontokan Rambut

  1. Stres.

Stres adalah bentuk ketegangan atau tekanan dari fisik, psikis, emosi, bahkan mental yang bisa memengaruhi aktivitas seseorang sehari-hari. Bahkan, stres mampu mengakibatkan penurunan produktivitas, munculnya rasa sakit secara fisik, hingga masalah kesehatan mental.

Apabila kerontokan rambut diakibatkan oleh stres, penyebabnya bukanlah stres jangka pendek seperti stres karena jalanan macet atau tugas yang menumpuk. Justru penyebabnya adalah stres jangka panjang – seperti stres pasca operasi, melahirkan, atau kecelakaan, maupun trauma – dan akhirnya mengakibatkan kerontokan rambut yang juga dikenal dengan nama telogen effluvium.

  1. Anemia.

Anemia merupakan kondisi di mana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (Hb) di dalam darah penderitanya berada di bawah batas normal. Hemoglobin sendiri merupakan senyawa protein yang berfungsi untuk membawa oksigen yang terdapat di dalam sel darah merah.

Kondisi ini juga dapat mengakibatkan terjadinya kerontokan rambut, seperti yang diungkapkan American Academy of Dermatology. Untuk mengatasi kerontokan rambut karena anemia, Anda bisa perbanyak konsumsi makanan yang tinggi kandungan zat besi seperti daging, terutama daging merah dan hati, kacang kedelai, serta sayuran dengan daun berwarna hijau seperti bayam.

  1. Stres pasca persalinan.

Kehamilan pada dasarnya merupakan salah satu wujud dari stres fisik dan bisa mengakibatkan kerontokan rambut. Hanya saja, kerontokan rambut terjadi setelah melahirkan – selama masa kehamilan, peningkatan hormon estrogen yang dialami ibu hamil justru akan membuat rambut menebal – karena penurunan kadar estrogen. Dengan begitu, rambut pun memasuki fase telogen atau istirahat. Di fase ini, rambut pun mengalami kerontokan.

Hanya saja, kerontokan pasca melahirkan tidak akan mengakibatkan kebotakan, kok. Normalnya, rambut akan kembali tubuh seperti biasanya dalam kurun waktu 6 bulan, meskipun ada kemungkinan bahwa tekstur rambut akan berbeda dengan tekstur rambut sebelum kehamilan. Kalau setelah lebih dari 12 bulan pasca persalinan rambut masih terus mengalami kerontokan, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis menyeluruh.

  1. Hipotiroidisme.

Hipotiroidisme merupakan gejala penurunan aktivitas sintesis dan sekresi hormon tiroid pada kelenjar tiroid. Umumnya, kondisi ini diakibatkan oleh kurangnya jumlah asupan gizi yodium atau iodine, sehingga produksi hormon tiroid pun menurun. Salah satu dampak dari kondisi ini adalah kerontokan rambut.

  1. Faktor keturunan.

Rupanya, faktor keturunan juga bisa jadi salah satu penyebab umum terjadinya kerontokan rambut. Di samping itu, faktor keturunan pun bisa memengaruhi pada usia berapa seseorang akan mulai kehilangan rambut, tingkat kebotakan, dan tingkat kerontokan rambut. Jenis kerontokan rambut yang dialami bisa jadi merupakan penipisan rambut maupun perubahan tekstur rambut yang menjadi halus, lembut, dan pendek, alias miniaturisasi.

  1. Efek samping penggunaan obat-obatan tertentu.

Masalah kerontokan rambut pun bisa jadi dikarenakan penggunaan jenis obat-obatan tertentu. Misalnya obat untuk depresi, tekanan darah tinggi, masalah jantung, kanker, artritis, dan sebagainya. Di samping itu, konsumsi vitamin A dalam jumlah yang terlalu banyak juga bisa jadi penyebab rambut rontok.

Share to