Demam Tinggi, DBD atau Virus Corona? Ini Perbedaannya

Jumat, 24 Juli 2020 Share to
Demam Tinggi, DBD atau Virus Corona? Ini Perbedaannya

DBD dan virus corona (COVID-19) merupakan penyakit yang sumbernya berasal dari virus dan bisa menyebabkan gejala demam tinggi bagi mereka yang sudah terinfeksi. Tetapi, apa perbedaan gejala antara DBD dan virus corona (COVID-19), apa perbedaan demam tinggi pada DBD dan virus corona (COVID-19)?

Dilansir dari laman situs detikHealth, Ahli infeksi dan pediatri tropik dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr Mulya Rahma Karyanti, Spa(K), perbedaan yang paling terlihat dari gejala penyakit berbahaya ini adalah mereka yang terinfeksi COVID-19 tidak mengalami pendarahan seperti yang terjadi pada mereka yang terkena DBD.

dr Mulya dalam siaran langsung BNPB melalui kanal YouTube, Senin (22/6/2020), menjelaskan, jadi kalau untuk kasus DBD penyebabnya adalah virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti. Umumnya, keluhannya demam tinggi mendadak dan dalam beberapa kasus disertai muka merah, dan nyeri kepala, nyeri di belakang mata, muntah-muntah, sedangkan gejala itu yang tidak ada pada COVID-19.

Pada beberapa kasus pasien DBD, ada yang mengalami gejala batuk-batuk. Tetapi, dr Mulya menekankan gejala batuk kemungkinan terjadinya sangat kecil, hanya 10-15 persen saja persentasenya dan tidak sesak seperti COVID-19. Menurut dr Mulya, yang harus diwaspadai dari DBD adalah terjadinya demam pendarahan kulit. Ia mengingatkan, pendarahan apapun seperti, mimisan, gusi berdarah, dan memar juga harus diwaspadainya.

Itulah penjelasan perbedaan demam tinggi pada DBD dan virus corona (COVID-19) yang diungkapkan oleh dr Mulya. Semoga informasinya bermanfaat dan jika, Anda atau kerabat, ada yang mengalami demam tinggi, ada baiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas medis terdekat agar bisa terdeteksi secepatnya penyakit apa yang sedang diderita. Setelah terdeteksi, para ahli medis sudah pasti akan langsung membersih solusi perawatan terbaik untuk penyakit tersebut.

Share to