Gejala Nomophobia, Penyakit Ketergantungan Terhadap Ponsel

Selasa, 22 September 2020 Share to
Gejala Nomophobia, Penyakit Ketergantungan Terhadap Ponsel

Tidak dapat dipungkiri,  smartphone memang banyak membantu dalam memudahkan kegiatan sehari-hari. Cukup dengan smartphone, banyak hal yang bisa dikerjakan dengan mudah, cepat dan praktis. Tapi ternyata, segala kemudahan tersebut bisa membuat kita menjadi malah kecanduan dan seolah tidak mampu melepaskan diri smartphone. 

Jika Anda merasa tidak bisa tenang ketika tidak sedang menggenggam smartphone, sebaiknya mulai waspada karena mungkin saja hal tersebut adalah tanda Anda sudah mengalami nomophobia. 

Apa itu nomophobia?

Dilansir dari laman halodoc.com,  nomophobia merupakan kondisi yang bisa membuat seseorang merasa khawatir saat berada jauh dari smartphone. Nah, salah satu gejala dari nomophobia adalah perasaan tidak nyaman dan merasa tidak bisa menyelesaikan kegiatan harian tanpa melibatkan atau menggunakan smartphone.

Ada beberapa alasan yang sering digunakan oleh mereka yang mengidap gangguan ini, terutama ketika harus berjauhan dengan smartphone, seperti tidak bisa menghubungi keluarga atau kerabat, merasa kurang lengkap dan sulit melakukan komunikasi.

Apa dampak nomophobia?

Jangan anggap remeh nomophobia karena gangguan ini bisa membuat mereka yang mengidapnya mengalami penurunan fungsi organ. Khususnya organ-organ yang berhubungan langsung dengan kebiasaan pemakaian smartphone, contohnya organ mata.

Kondisi penurunan fungsi organ mata yang mungkin terjadi adalah mata lelah, terasa perih dan kualitas penglihatan terasa berkurang atau memudar. 

Dalam beberapa kasus, mata yang terlalu tegang juga bisa menyebabkan rasa gatal dan panas pada organ mata. Selain itu, nomophobia juga diketahui bisa memberi dampak pada kondisi psikologis, seperti menurunnya kualitas tidur, konsentrasi, dan juga insomnia.  

Semoga informasinya bermanfaat dan untuk informasi lebih lengkap tentang nomophobia bisa Anda konsultasikan langsung dengan ahli medis. 

 

Share to