Mengenal Gejala Baru Covid-19, Happy Hypoxia

Senin, 12 Oktober 2020 Share to
Mengenal Gejala Baru Covid-19, Happy Hypoxia

Infeksi virus Covid-19 yang sampai saat ini masih menjadi pandemi di negara kita bisa menimbulkan berbagai gejala, seperti demam, batuk, dan pilek. Pada kasus yang parah, Covid-19 bisa menyebabkan sesak napas dan penurunan oksigen dalam tubuh. Nah, untuk penurunan oksigen dalam tubuh, penderitanya akan mengalami penurunan  secara perlahan sehingga mereka yang terinfeksi tidak menyadarinya karena memang gejalanya tidak tampak.  

Kondisi berkurangnya jumlah oksigen di dalam tubuh tanpa menimbulkan gejala inilah yang kemudian dikenal dengan nama  happy hypoxia. Menurut sebuah artikel yang sudah ditinjau oleh dr. Kevin Adrian di situs alodokter.com, normalnya, kadar oksigen di dalam darah (saturasi oksigen) ada pada rentang 95–100% atau sekitar 75–100 mmHg. Ketika kadar oksigen di dalam darah berkurang dan berada di bawah angka tersebut, tubuh beresiko mengalami kekurangan oksigen (hypoxia).

Kondisi kekurangan oksigen dalam tubuh ini harus segera ditangani karena kalah tidak ditangani dengan cepat bisa beresiko menyebabkan adanya kerusakan jaringan dan organ tubuh, seperti otak dan jantung.Ketika itu yang terjadi, fungsi otak dan jantung akan terganggu sehingga muncullah beberapa masalah kesehatan.

Kebanyak mereka yang terkena happy hypoxia akan mengalami gejala sesak napas, lemas, kulit pucat, dan kuku serta bibir tampak kebiruan. Jika kondisinya sudah parah, hypoxia beresiko menyebabkan penderitanya mengalami penurunan kesadaran atau bahkan pada kasus yang lebih parah bisa koma.

Namun, pada kasus tertentu, hypoxia juga mungkin saja terjadi tanpa gejala apa pun dan baru bisa terdeteksi saat penderita menjalani pemeriksaan darah atau pemeriksaan saturasi oksigen dengan alat  pulse oximeter. Kondisi yang dinamakan silent hypoxia atau happy hypoxia inilah yang diduga bisa mungkin saja terjadi pada penderita Covid-19.

Semoga informasi singkat tentang happy hypoxia ini bermanfaat dan jika ingin tahu lebih jelas tentang hal ini bisa berkonsultasi dengan ahli medis di fasilitas medis terdekat. 

 

Referensi: https://www.alodokter.com/mengenal-happy-hypoxia-pada-penyakit-covid-19

Share to