Pembekuan Darah: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Selasa, 13 Oktober 2020 Share to
Pembekuan Darah: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Gangguan pembekuan darah merupakan gangguan yang terjadi dalam proses koagulasi (pembekuan darah). Dalam kondisi normal, darah akan  membeku setelah terjadinya cedera untuk mencegah tubuh mengalami kehilangan darah terlalu banyak. 

Beberapa kondisi tertentu bisa mempengaruhi kemampuan darah untuk membeku dan menggumpal dengan baik, sehingga bisa mengakibatkan perdarahan berat atau berlangsung lama. Gangguan pembekuan darah terjadi saat kita tidak memiliki cukup platelet (protein pembeku) maupun keduanya tidak bekerja dengan baik.

Penyebab Gangguan Pembekuan Darah

Mayoritas penyebab kasus gangguan koagulasi adalah genetik (diwariskan dari orang tua ke anaknya). Namun, kondisi medis tertentu, seperti penyakit hati, juga bisa menjadi penyebab terjadinya gangguan pembekuan darah. Selain itu, gangguan pembekuan darah juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini.

  1. Defisiensi vitamin K
  2. Efek samping obat-obatan tertentu (contohnya, anti-koagulan yang  memang tugasnya menghambat proses pembekuan darah).

 

Gejala Gangguan Pembekuan Darah

Gejala yang muncul dari gangguan pembekuan darah bisa bervariasi, tergantung dari kondisi penyebabnya. Tetapi ada beberapa gejala umumnya seperti:

  • Mudah memar (tanpa sebab yang jelas)
  • Perdarahan menstruasi berat.
  • Sering mimisan.
  • Luka kecil yang sulit sembuh.
  • Perdarahan yang merembes ke persendian.

 

Pengobatan Pembekuan Darah

Gangguan pembekuan darah sampai saat ini diketahui tidak bisa disembuhkan total. Namun, sudah ada terapi pengobatan yang bisa meredakan gejalanya. Pengobatan terhadap gangguan koagulasi biasanya melibatkan resep suplemen zat besi, transfusi darah, injeksi pengganti faktor (khususnya untuk kasus hemofilia).

 

Semoga informasi ini bermanfaat!

 

Referensi: https://www.halodoc.com/kesehatan/gangguan-pembekuan-darah



Share to