Sering Buang Air Kecil dan Selalu Haus, Pertanda Diabetes?

Jumat, 16 November 2018 Share to
Sering Buang Air Kecil dan Selalu Haus, Pertanda Diabetes?

Tahukah Anda, berdasarkan riset dari Federasi Diabetes Internasional, jumlah penderita diabetes tipe 2 di dunia akan melonjak hingga 330 juta orang pada 2025? Sayangnya, sekitar 50% dari total jumlah tadi malah tak sadar bahwa mereka mengidap diabetes.

Wajar saja mengingat sebagian gejala diabetes tampak tak berbahaya dan terasa seperti hal-hal normal. Salah dua tanda kencing manis yang paling sering dialami adalah mudah haus dan kerap buang air kecil. Lantas, apakah kedua gejala tersebut selalu menandakan keberadaan diabetes? Adakah tanda-tanda lain yang sebaiknya perlu Anda ketahui?

Sekilas tentang diabetes tipe 2

Secara garis besar, diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi saat pankreas tidak sanggup memproduksi insulin dalam jumlah normal atau kala tubuh mulai kesulitan memanfaatkan insulin secara efektif. Sementara itu, diabetes tipe 2 umumnya dipicu penurunan kadar insulin atau pemakaian insulin yang kurang optimal. Jika Anda belum tahu, insulin adalah hormon alami berupa polipeptida yang diproduksi pankreas. Hormon tersebut berfungsi mengatur metabolisme karbohidrat serta gula darah.

Diabetes tipe 2 termasuk penyakit progresif. Artinya, kalau tidak cepat terdiagnosis dan ditangani, potensi penyakit bertambah parah akan semakin besar. Anda juga akan mengalami sejumlah komplikasi seperti penyakit jantung hingga kanker jenis tertentu. Maka, mengenali dan memahami tanda-tanda diabetes tipe 2 sangat penting sebagai bentuk pencegahan.

Berikut sejumlah gejala diabetes yang patut Anda waspadai:

  • Selalu haus. Seperti yang telah disinggung, penderita diabetes cenderung selalu haus walau mereka sudah banyak minum. Hal ini disebabkan glukosa berlebih yang memicu penyerapan air secara cepat dari jaringan yang kemudian menimbulkan dehidrasi;
  • Sering buang air kecil. Jika Anda sering minum, maka frekuensi buang air kecil juga akan ikut meningkat. Normalnya, orang dewasa kencing 1-2 liter per hari. Namun, kalau intensitasnya bertambah—terutama di malam hari—Anda perlu berhati-hati;
  • Cepat lapar. Tubuh yang kekurangan insulin akan membuat sel-sel pada otot dan organ terus melemah dan tidak bisa memasukkan gula. Otak mengira gangguan tadi sebagai kekurangan energi akibat minimnya asupan makan, sehingga mengirimkan sinyal lapar;
  • Berat badan turun drastis. Ya, diabetes tak melulu identik dengan obesitas. Faktanya, mereka yang memiliki kencing manis akan mengalami penurunan berat badan drastis akibat gangguan metabolisme gula darah dan tubuh akan memakai apa pun sebagai bahan bakar.
Share to