Sering Kesemutan dan Kaitannya dengan Kesehatan

Selasa, 17 September 2019 Share to
Sering Kesemutan dan Kaitannya dengan Kesehatan

Siapa saja pasti pernah mengalami kesemutan, misalnya karena duduk bersila dalam waktu yang cukup lama, atau tangan tertindih kepala saat tidur. Kesemutan atau yang juga sering disebut sebagai parestesia dalam istilah medis sebenarnya adalah kondisi yang alami dan merupakan sensasi spontan di daerah saraf tertentu.

Ada dua bagian di dalam sistem saraf manusia, yaitu saraf sentral yang terdiri atas otak dan sumsum tulang, dan perifer. Perifer ini sendiri adalah serabut saraf yang keluar dari saraf sentral menuju ke berbagai organ penting seperti otot, kulit, jantung, dan organ-organ di dalam perut.

Kelainan pada saraf perifer (neuropati) dapat disebabkan oleh beberapa hal, termasuk pada kesemutan yang tidak normal. Pasalnya, hal ini bisa jadi merupakan gejala penyakit tertentu, apalagi jika kesemutan bukan hanya terjadi sering, tapi juga dalam durasi yang cukup lama. Lantas, apa saja ya penyakit yang dikaitkan dengan kesemutan yang tidak normal ini?

Diabetes Melitus

Pasien penderita diabetes mellitus mengalami kesemutan yang disebabkan oleh gejala adanya kerusakan di pembuluh darahnya. Karena itu, aliran darah di ujung-ujung saraf pun jadi berkurang. Selain mengontrol kadar gula, penderita diabetes mellitus juga dapat mengatasi kondisi ini dengan konsumsi vitamin B1, vitamin B12, dan gabapentin.

Stroke

Ternyata, kesemutan juga bisa jadi pertanda stroke ringan, lho! Umumnya, kondisi ini diakibatkan oleh adanya sumbatan di pembuluh darah otak sehingga terjadi kerusakan saraf lokal. Selain kesemutan, gejala lain yang umum ditemukan pada penderita adalah sensasi kebas di sebagian tubuh, lumpuh separuh badan, kesulitan bicara, pusing, penglihatan mengabur dan ganda, dan buta pada satu bagian mata saja. 

Gejala tersebut dapat berlangsung selama beberapa menit, dapat juga berlangsung kurang dari 24 jam, dan dialami saat tidur atau ketika baru saja bangun. Jika tidak ditangani dengan segera, kondisi stroke ringan bisa berkembang jadi stroke berat.

Masalah Jantung

Kesemutan bukan hanya diakibatkan adanya neuropati tekanan, tapi juga karena komplikasi pada jantung dan sarafnya. Untuk pasien penyakit jantung yang tengah menjalani prosedur bedah pemasangan klep, ada bekuan darah yang menempel, yang bisa terbawa ke otak lewat aliran darah dan menyebabkan serebral embolik.

Apabila sumbatan tersebut lantas berada di area otak yang mengatur fungsi sensorik pasien, ia pun bisa mengalami kesemutan pada satu sisi tubuh. Bahkan, kondisi ini bisa mengakibatkan kelumpuhan apabila area otak yang mengatur fungsi motorik pasien juga terkena dampaknya.

Share to