Urine Berbau Menyengat Bisa Jadi Satu Tanda Penyakit

Senin, 16 September 2019 Share to
Urine Berbau Menyengat Bisa Jadi Satu Tanda Penyakit

Normalnya, urine atau air kencing memang memiliki aroma khas yang disebut dengan aroma amonia. Hanya saja, jika urine Anda memiliki aroma yang lebih menyengat dibandingkan biasanya, bisa jadi ini merupakan pertanda penyakit tertentu.

Di dalam urine, normalnya cairan ini sebagian besar terdiri atas air dengan sebagian kecil zat sisa yang berasal dari ginjal. Hanya saja, jika kandungan zat sisa di dalam urine makin tinggi sementara kandungan air makin rendah, hal tersebut bisa memicu aroma kencing yang bau menyengat.

Ada beberapa hal yang menyebabkan bau kencing menyengat, seperti konsumsi makanan tertentu. Seperti yang barangkali sudah Anda ketahui, makanan seperti jengkol atau petai bisa sebabkan aroma tersebut karena kandungan senyawa sulfur alami di dalamnya. Hanya saja, selama kandungan tersebut sudah dibuang sampai bersih dari tubuh, aroma kencing pun kembali normal.

Akan tetapi, ada juga beberapa hal yang lebih serius yang jadi penyebab bau kencing jadi tajam dan menyengat, seperti kondisi penyakit tertentu. Untuk lebih memahaminya, Anda bisa baca penjelasan lengkapnya berikut ini!

Dehidrasi

Dehidrasi atau kondisi tubuh yang kekurangan cairan rupanya bisa jadi penyebab bau kencing menyengat, lho! Selain itu, warna air kencing juga berubah, yaitu yang harusnya bening atau kuning jernih, menjadi keruh seperti kuning tua dan oranye. Kalau hal ini Anda alami, segera konsumsi air putih dalam jumlah lebih banyak demi mencukupi kebutuhan air harian Anda. Kalau dehidrasi yang Anda alami sudah tergolong berat, Anda juga bisa mengalami gejala lainnya, seperti rasa lelah dan lemas yang amat sangat, gelisah, bahkan sampai kehilangan kesadaran. Dehidrasi yang parah membutuhkan penanganan medis.

Infeksi Saluran Kencing

Adanya bakteri di dalam urine bisa jadi penyebab infeksi saluran kencing. Selain bau urine menyengat, penyakit ini juga dapat ditandai dengan anyang-anyangan, yaitu perasaan ingin buang air kecil terus-terusan.

Masalah pada Hati

Gangguan pada organ hati alias liver juga sering ditandai dengan warna urin yang gelap sampai menyerupai warna teh, serta aroma yang menyengat. Kalau Anda mengalami hal ini, segera periksakan diri ke dokter, apalagi kalau Anda juga mengalami gejala-gejala lain seperti kembung, tubuh melemah, rasa sakit di perut, kulit menguning, dan penurunan berat badan. Pasalnya, masalah pada liver membutuhkan penanganan medis yang tepat.

Diabetes

Diabetes atau kencing manis bisa sebabkan aroma urine yang tidak biasa. Karena kadar gula yang tinggi di dalam tubuh penderita diabetes, urine yang dikeluarkan pun jadi ikut mengandung gula. Jadi, jika Anda menyadari aroma kencing Anda jadi manis, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Fistula Vesikointestinal

Kondisi ini mengacu pada adanya jalur atau lubang antara usus dengan kandung kemih, yang mengakibatkan mudahnya bakteri untuk berpindah dari usu ke kandung kemih. Fistula vesikointestinal bisa disebabkan adanya luka dalam prosedur bedah, penyakit Crohn, atau radang usus.

Fenilketonuria

Penyakit ini dikarenakan ketidakmampuan tubuh untuk memecah asam amino fenilalanin. Karena itu, urine pun akan menumpuk di dalam tubuh, dan mengakibatkan timbulnya aroma yang menyerupai bau tikus ketika penderitanya buang air kecil. Sayangnya, penyakit ini tidak bisa disembuhkan dan merupakan salah satu penyakit genetik yang sudah diderita pasien sejak ia lahir.

Penyakit Kencing Sirup Mapel

Selain diabetes, aroma kencing yang manis juga bisa diakibatkan oleh kondisi penyakit kencing sirup mapel. Penyakit ini diakibatkan faktor genetik dan termasuk penyakit langka. Penyebabnya adalah ketidakmampuan tubuh dalam memecah asam amino leusin, valin, dan isoleusin. Meskipun tidak bisa disembuhkan, penyakit ini dapat dikendalikan agar penderitanya tidak mengalami komplikasi lewat penanganan medis yang tepat.

Share to