Waspada, Gejala Stroke Bisa Terjadi Tanpa Sakit Kepala!

Jumat, 10 April 2020 Share to
Waspada, Gejala Stroke Bisa Terjadi Tanpa Sakit Kepala!

Sakit kepala yang amat sangat seringkali disebut sebagai gejala utama serangan stroke. Padahal menurut seorang pakar kesehatan, tidak semua penyakit stroke ditandai dengan munculnya sakit kepala yang hebat.

Dilansir dari laman situs suara.com. Dr dr Ferry Senjaya, SpBS, AFAANS, ahli bedah saraf dari RS Siloam TB Simatupang, mengungkapkan bahwa periode emas pertolongan pasien stroke adalah 3 sampai 4 jam setelah gejala. Terlambat ditangani karena tidak merasa sakit kepala contohnya, bisa menyebabkan kecacatan sampai kematian.

dr Ferry menjelaskan, nyeri kepala sering disalah artikan sebagai hipertensi, kolesterol atau nyeri secara umum sehingga berobat ketika merasa sakit saja. Padahal faktanya, tidak sedikit juga hipertensi dan kolesterol yang tidak mengalami nyeri kepala sehingga tiba-tiba jatuh sakit dan terkena stroke.

Menurut dr Fery, hal ini yang harus disampaikan ke masyarakat luas, bahwa tekan faktor resiko sedini mungkin dengan melakukan cek kesehatan secara berkala. Penanganan darurat serangan stroke adalah segera menghubungi ambulans dan membawa pasien ke rumah sakit.

dr Fery juga tidak menyarankan pasien stroke diberi makan atau minum jika dalam keadaan tak sadar. Cukup beri obat nyeri jika masih merasa nyeri, lalu segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan selanjutnya.

Setelah menyimak penjelasan di atas, sangat disarankan bagi kita untuk rutin melakukan cek kesehatan berkala agar kita tahu dengan detail kondisi kesehatan tubuh kita. Jangan lupa juga untuk selalu melakukan gaya hidup sehat agar imun tubuh terjaga dan tubuh tidak mudah terserang penyakit.

Share to